
Ekonom: 2014 Perekonomian Sumatera Stabil

Batam (Antara Kepri) - Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan perekonomian di Pulau Sumatera cenderung lebih stabil dibanding pulau-pulau lain di Indonesia pada 2014.
"Perekonomian di Sumatera tinggi dan meningkat terus, dan stabil," kata Andry dalam seminar Outlook Ekonomi Kepri 2014 di Batam, Senin.
Potensi PDB di Sumatera terus meningkat, kata dia, hingga menjadi 24 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau diperkirakan tinggi, di atas nasional. Namun ia enggan menyebut angkanya. Sementara PDRB per kapitan Kepri juga dinilai tinggi.
Ia mengatakan kontribusi pertumbuhan ekonomi Kepri untuk nasional relatif kecil, yaitu 1,4 persen.
Dari seluruh daerah di Kepri PDRB terendah terjadi di Anambas dan Lingga.
Di tempat yang sama, pengamat ekonomi Harry Azhar Azis memperkirakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada 2014 mencapai enam persen, di atas prediksi pertumbuhan nasional.
Prediksi pertumbuhan itu sedikit lebih baik ketimbang realisasi laju ekonomi Kepri 2013 yang masih sekitar lima persen.
Menurut pria yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI itu, laju pertumbuhan ekonomi Kepri didorong faktor konsumsi. Sedangkan faktor ekspor dan lainnya masih melemah.
Pengamat ekonomi yang juga staf ahli Gubernur Kepri Syamsul Bahrum masih optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2014 mencapai 2014.
Ia memperkirakan pertumbuhan ekspor, juga penambahan investasi akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi provinsi kepulauan itu hingga menyentuh delapan persen.
Doktor bidang ekonomi lulusan universitas di Australia itu optimis investasi di Kepri masih diminati di tengah berbagai gempuran, mulai dari krisis global hingga unjuk rasa buruh yang kerap terjadi di Batam.
"Itu prediksi saya. Bukan resmi dari pemerintah. Dari pemerintah belum," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
