
Harry Minta Menhut Pinggirkan Egoisme Sektoral

Batam (Antara Kepri) - Anggota DPR RI Harry Azhar Azis meminta Menteri Kehutanan meminggirkan egoisme sektoral dan lebih fokus pada penyelesaian masalah lahan dan hutan lindung di Batam yang sudah dibangun dan ditempati ribuan masyarakat serta pelaku usaha.
"Jalan paling baik, Menhut mengatur perubahan mengganti lahan hutan lindung yang sudah dibangun kepada yang lain. Mana yang lahan kosong seperti di pulau-pulau, dijadikan lahan pengganti," kata Harry di Batam, Minggu.
Anggota DPR daerah pemilihan Kepulauan Riau itu menyesalkan pernyataan kuasa hukum Menhut yang justru mengancam memidanakan Badan Pengusahaan Batam yang telah mengalokasikan lahan hutan lindung pada pengusaha.
Pernyataan kuasa hukum Menhut justru akan menimbulkan ketidaknyamanan investasi di Batam. Padahal kota itu sedang bergeliat bangkit dari ketertinggalan dibanding kawasan sejenis di Asia Pasifik.
Harry berharap pihak-pihak yang terkait masalah itu dapat menemukan jalan ke luar yang dapat melindungi masyarakat dan sah di mata hukum. Karena BP Batam dan Menhut adalah dua lembaga negara.
Sebelumnya, Ahli Hukum Menteri Kehutanan Gunardo Agung diberitakan mengatakan gugatan yang dilakukan BP Batam terhadap SK Menhut No.463 tahun 2013 justru menjadi bumerang bagi lembaga itu. Sejumlah petinggi BP Batam dan pengusaha diperiksa PPNS Kementerian Kehutanan dan kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan peruntukan lahan di Batam yang tak sesuai perizinan.
Menurut dia, peruntukan lahan hutan lindung dan hutan konservasi di Batam tidak sesuai dengan UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan yang menyatakan setiap orang dilarang merusak sarana dan prasarana perlindungan hutan.
SK Menhut No.463 tahun 2013 justru membuka mata semua orang bahwa telah terjadi penyalahgunaan pengalokasian lahan.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
