Logo Header Antaranews Kepri

Dispenda Karimun Belum Terima Setoran Alih Kapal

Rabu, 8 Januari 2014 21:37 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Karimun Muhammad Firmansyah (antarakepri.com/Istimewa)

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan belum menerima setoran untuk pendapatan asli daerah dari jasa labuh jangkar kapal di pelabuhan alih kapal periode 2013.

"Kami sudah menyurati Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) dan PT Pelindo I Tanjung Balai Karimun agar segera menyetor ke kas daerah. Namun, sampai saat ini setoran dari jasa labuh kapal di pelabuhan 'ship to ship' (STS) 'transfer' periode 2013, belum terealisasi," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Karimun Muhammad Firmansyah di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Muhammad Firmansyah mengatakan, berdasarkan informasi, penyetoran belum dilaksanakan sebab masih menunggu penyesuaian data antara PT Pelindo I dengan BUP.

"Sebenarnya setoran untuk PAD diserahkan BUP selaku badan usaha milik daerah, tapi PT Pelindo I juga kita surati karena dana tersebut memang belum diserahkan ke BUP," ucapnya.

Ia mengatakan tidak mengetahui besar kontribusi STS untuk PAD selama 2013, namun berdasarkan laporan BUP angkanya diperkirakan sekitar Rp4 miliar.

"Angka pastinya tentu setelah ada kesesuaian data antara PT Pelindo I dan BUP, dan kami berharap realisasinya melampaui target atau di atas angka tahun sebelumnya," katanya.

Ia berharap PT Pelindo I segera melakukan penyesuaian data dan angka dengan BUP sehingga setoran untuk PAD segera terealisasi mengingat tahun 2013 sudah berakhir.

"Setoran dari STS sedikit banyak mendongkrak PAD setiap tahun, namun pada 2013 masih nihil karena belum disetor sampai sekarang," katanya.

Menurut dia, setoran STS untuk PAD terealisasi sejak PT Pelindo I dan BUP menandatangani nota kesepahaman bagi hasil jasa labuh jangkar kapal di pelabuhan "anchorage area" yang berlokasi di perairan Tanjung Balai Karimun sejak 2009.

Pada 2009, PT Karya Karimun Mandiri selaku BUP Karimun mendapat porsi sebesar 35 persen dari pengelolaan pelabuhan STS yang sebagiannya disisihkan untuk kas daerah. Sementara itu, kontribusi untuk kas daerah melalui BUP mencapai Rp4 miliar per tahun.

Pelabuhan STS Karimun merupakan area labuh jangkar kapal yang mirip dengan Nipah Transhipment Anchorage Area di Pulau Batam yang menghasilkan pendapatan bagi PT Pelindo I mencapai puluhan miliar rupiah per tahun.

Mengenai kompensasi pelabuhan STS untuk nelayan, ia mengatakan tidak disetor ke kas daerah, tetapi merupakan dana yang langsung diberikan PT Pelindo I dan BUP kepada nelayan.

"Soal tuntutan nelayan dalam demo kemarin adalah mengenai dana kompensasi atau CSR, dana itu tidak disetor ke daerah," tambahnya.

Sementara itu, terkait setoran dari pass pelabuhan domestik maupun internasional Tanjung Balai Karimun, Firmansyah mengatakan sudah terealisasi 100 persen dan melampaui target tahun 2013 dengan angka berkisar Rp4 miliar.

"Setoran dari pass pelabuhan sudah diterima, melebihi target Rp4 miliar," tegasnya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026