Logo Header Antaranews Kepri

Warung Remang-remang Natuna Rawan Penularan HIV/AIDS

Jumat, 10 Januari 2014 19:36 WIB
Image Print

Natuna (Antara Kepri) - Tempat hiburan malam seperti lokasi karaoke dan warung remang-remang di Ranai, Natuna rawan kasus penularan penyakit HIV AIDS.

"Melalui hasil survei rutin Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, di sejumlah tempat hiburan malam dan karaoke remang-remang di Ranai pada akhir bulan Desember 2013 lalu, menemukan lagi empat PSK yang positif HIV," kata Pemegang Program HIV Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Dadang Otrimo, Jumat, (10/1).

Ia mengatakan, jumlah penderitan HIV/Aids di daerah itu sebelumnya 47 orang kini bertambah jadi 51 orang.

Dadang menyebutkan, keempat penderita HIV yang bertambah tersebut merupakan PSK yang baru diperiksa oleh pemeriksaan kesehatan, dengan mengambil 56 sample darah PSK di kawasan Batu Kapal dan di Puak.

"Keempat penderita HIV ini merupakan PSK yang baru aja di periksa kesehatannya. Dari 56 sampel darah yang diperiksa, enam orang dinyatakan positif, 4 PSK yang baru, 2 PSK yang lama," ungkapnya.

Survei kesehatan pada resiko tinggi tersebut kata Dadang, dilakukan untuk pemberantas penularan penyakit menular HIV AIDS di Natuna. Pada data sebelumnya sudah berjumlah 47 pasien klinik VCT, diantaranya sudah 17 orang meninggal dunia karena sudah akut.

"Jumlah penularan HIV di Natuna diperkirakan akan bertambah lagi. Karena dari hasil pengakuan para PSK yang sudah positif HIV tersebut sudah melakukan hubungan luar nikah dengan pria hidung belang," jelasnya.

Diakui Dadang, PSK yang positif HIV sudah disarankan meninggalkan Natuna. Bahkan ditegaskan kepada pemilik tempat karaoke remang-remang supaya menutup usahanya. Namun sampai kini masih saja menyediakan tempat dan menampung PSK yang mengidap penyakit yang berbahaya tersebut.

"PSK ini rata rata tidak menyadari kalau mereka sudah tertular HIV. Sehingga dalam melayani si hidung belang tanpa menggunakan alat pengaman. Kami dari Dinkes sendiri sudah menghimbau kepada pemilik warung dan tempat karaoke itu, supaya tutup dan tidak menyediakan tempat bagi yang menderita HIV, tapi tak di indahkan, bahkan kita juga sudah menyarankan supaya yang kena HIV ini untuk meninggalkan Natuna," tegasnya. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026