
Solar Langka di Batam

Batam (Antara Kepri) - Solar langka di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, sehingga pengemudi bersama masing-masing kendaraan mengantre di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum yang masih mempunyai stok.
Antara melaporkan, pada Jumat antrean kendaraan memanjang di SPBU Tiban Lama, Tiban Baru dan Baloi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad mengakui terjadi antrean pembeli solar di sejumlah SPBU akibat kelangkaan stok.
"Sudah dua hari ini, tiga orang anggota saya mengecek ke lapangan, ya, memang begitu keadaannya," kata dia.
Pemerintah daerah masih menyelidiki penyebab kelangkaan solar, apakah akibat kekurangan pasokan dari Pertamina atau oleh penyelewengan.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan sesuai dengan kebutuhan untuk menghindari kelangkaan bahan bakar, khususnya solar.
"Hari Rabu (8/1) kemarin kami baru rapat dengan Pertamina untuk membahas kuota bahan bakar bersubsidi 2014," kata dia.
Pemerintah, kata dia, hanya bisa berharap pemerintah pusat menetapkan kuota solar bersubsidi 2014 melebihi dari tahun sebelumnya. "Tapi itu 'given' (ditetapkan pemerintah pusat)," kata dia.
Sementara itu, panjang antrean solar di SPBU Tiban Lama menyebabkan jalan dari arah Sekupang menuju Simpang Jam macet.
Seorang sopir bus, Ahmadi mengatakan sudah dua hari mencari solar. "Di mana-mana antre solar. Sekarang ini lagi susah," kata dia.
Ia berharap pemerintah dan Pertamina segera mencari solusi agar tidak terjadi kelangkaan bahan bakar.
Ahmadi juga berharap aparat kepolisian segera mengungkap jaringan penyelewengan solar bersubsidi yang selama ini kerap terjadi.
"Polisi dan pemerintah harus bekerja sama. Jangan gara-gara penlangsir, solar jadi langka," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
