
Kelangkaan Solar di Batam Terus Terjadi

Batam (Antara Kepri) - Kelangkaan minyak solar di Kota Batam, Kepulauan Riau, belum terlihat tanda-tanda normal sejak sepekan terakhir.
Pada Sabtu pagi, antrean panjang kendaraan yang didominasi truk dan bus terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Taman Kurnia Djaya Alam (KDA) Batam Centre, SPBU komplek Pemerintaah Batam, SPBU Kapital Raya yang kesemuanya terletak di kawasan Batam Centre.
"Sejak pagi antrean panjang. Kami harus menunggu hingga sekitar 30 menit agar bisa mendapatkan solar," kata seorang supir truk tanah, Rizal.
Ia mengatakan, kondisi tersebut berpengaruh pada pekerjaan yang dijalaninya karena membutuhkan waktu lama hanya untuk mengantre solar.
"Sejak akhir Desember kemarin kondisinya sudah seperti ini. Tiap pagi atau dinihari kami harus mengante panjang untuk mengisi solar," kata dia.
Warga Batuaji, Tomi mengatakan sejumlah SPBU di kawasan tersebut juga mengalami kelangkaan solar.
"Antrean panjang terlihat hampir di semua SPBU. Sebagian anteran sampai ke jalan dan membuat arus lalulintas sedikit tersendat," kata dia.
Pada kawasan tersebut setidaknya terdapat tujuh SPBU mulai dari dua SPBU di Tembesi, satu di Sagulung, dan empat di Batuaji.
Warga Tiban, Tika juga mengatakna sering terjadi antrean pada dua SPBU kawasan tersebut sejak beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad, Jumat mengakui terjadi antrean pembeli solar di sejumlah SPBU akibat kelangkaan stok.
"Sudah dua hari ini, tiga orang anggota saya mengecek ke lapangan, ya, memang begitu keadaannya," kata dia.
Pemerintah daerah masih menyelidiki penyebab kelangkaan solar, apakah akibat kekurangan pasokan dari Pertamina atau oleh penyelewengan.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan sesuai dengan kebutuhan untuk menghindari kelangkaan bahan bakar, khususnya solar.
"Hari Rabu (8/1) kemarin kami baru rapat dengan Pertamina untuk membahas kuota bahan bakar bersubsidi 2014," kata dia.
Pemerintah, kata dia, hanya bisa berharap pemerintah pusat menetapkan kuota solar bersubsidi 2014 melebihi dari tahun sebelumnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
