Logo Header Antaranews Kepri

Pengangguran Picu Peningkatan Kriminal di Batam

Kamis, 13 Februari 2014 14:31 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Bertambahnya jumlah pengangguran di Kota Batam Kepulauan Riau disinyalir menjadi pemicu peningkatan kasus krimimal di wilayah itu pada awal 2014, kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Kamis.

Sejak awal Januari 2014 hingga kini, setidaknya ada empat kasus pembunuhan di Batam, beberapa di antaranya ditengarai bermodus perampokan. Dan ada juga kasus kriminal lainnya.

"Bahkan ada kasus penukaran bayi, saya kaget," kata Wali Kota usai menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia.

Menurut Wali Kota, peningkatan kasus kriminal adalah akibat dari dampak sosial pembangunan batam.

"Orang datang ke Batam dengan modal apa adanya, pendidikan seadanya, dan yang terjadi, mereka gagal di Batam, karena tidak punya keahlian, kenyataan ini jadi masalah," kata Wali Kota.

Untuk meminimalkan tindak kriminal, Wali Kota meminta masyarakat saling menjaga satu sama lain.

Ia juga meminta camat dan lurah terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mencegahi tindakan kriminal di wilayahnya.

"Siskamling juga akan digalakan lagi," kata Wali Kota.

Sementara itu, Kapolda Kepulauan Riau, Brigjen Pol Endjang Sudradjat sebelumnya meminta jajarannya serius menyelesaikan kasus-kasus pembunuhan dan kejahatan lain yang terjadi di Batam untuk memberikan rasa aman di masyarakat.

Ia mengatakan, tidak segan-segan mencopot anggotanya jika tidak serius menangani kasus-kasus yang terjadi.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Moh Hendra Suhartiyono mengatakan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan yang masih buron.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kasus pembunuhan terjadi di Kota Batam, di antaranya pembunuhan karyawan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepri Krisman Irianto Hutahaen (48) yang tewas dengan empat tusukan, mantan manajer sebuah rumah makan ternama dan seorang wanita juga ditemukan tewas diduga dibunuh suaminya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026