
PDAM Kepri dapat Manfaatkan PIP Tingkatkan Pelayanan

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kepri yang melayani masyarakat Kota Tanjungpinang dapat memanfaatkan pinjaman dengan bunga ringan dari Pusat Investasi Pemerintah, yang berada di bawah Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan.
"Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau harus aktif memanfaatkan fasilitas itu agar seluruh masyarakat Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) dapat menikmati air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri. Saya siap membantu," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis, di Tanjungpinang, Minggu.
Pusat Investasi Pemerintah (PIP) memiliki komitmen membantu pemerintah daerah. Pemerintah Kepri harus memberi jaminan agar Sungai Pulai, yang berada diantara Tanjungpinang dan Bintan dapat diperbaiki, diperdalam sehingga tidak mengalami kekeringan pada saat tidak terjadi hujan selama berbulan-bulan, seperti kondisi sekarang.
"Pemerintah Kepri dan PDAM Tirta Kepri harus aktif. Saya siap membantunya, karena pihak PIP pernah menawarkan kepada saya," ungkapnya.
Ia mengemukakan, suku bunga yang digunakan PIP adalah bunga Bank Indonesia ditambah 1 persen. Saat ini suku bunga BI 7,5 persen.
Bila dibanding suku bunga komersial, "BI rate" jauh lebih kecil. Sebab, suku bunga komersial saat ini 12-13 persen.
Jangka waktu pengembalian yang ditawarkan sampai 10 tahun. Pemerintah Kepri dapat menggunakan anggaran daerah untuk menyicil pengembalikan pinjaman tersebut, dengan pertimbangan disesuaikan dengan kondisi. Sedangkan nilai pinjaman bisa mencapai Rp500 miliar.
"Proses di PIP tidak terlalu lama, yang terpenting Pemerintah Kepri memberi jaminan. Prosesnya paling lama 5 bulan," katanya.
Modal yang bersumber dari PIP dapat digunakan PDAM Tirta Kepri untuk memperbaiki sungai dan penambahan jaringan pipa. Seharusnya, Pemerintah Kepri memikirkan hal ini sejak lama sehingga seluruh masyarakat Pulau Bintan dapat menikmati air bersih.
"Masyarakat itu memiliki hak untuk mendapatkan air bersih. Saya merasa heran, kenapa sampai puluhan tahun, pelayanan PDAM Tirta Kepri hanya kepada sebagian masyarakat Tanjungpinang, dan kenapa hal itu dibiarkan," singgungnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
