Logo Header Antaranews Kepri

Tiga Perusahaan Baru Beroperasi di Batam

Senin, 17 Maret 2014 23:15 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam mencatat selama Februari 2014 terdapat tiga perusahaan gabungan (Indonesia-asing) yang merealisasikan usaha dengan nilai investasi 3,4 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Senin, mengatakan perusahaan tersebut adalah gabungan China, Singapura dan Indonesia yang bergerak dalam bidang perdagangan besar mesin kantor dan industri, alat transportasi laut, suku cadang dan perlengkapannya.

Selanjutnya perusahaan gabungan Singapura dan Indonesia yang bergerak dalam bidang industri bangunan lepas pantai dan bangunan terapung.

Terakhir, perusahaan gabungan Malaysia dan Indonesia yang bergerak dalam bidang jasa industri untuk berbagai pengerjaan khusus logam dan barang dari logam yang total mampu mneyerap sebanyak 97 orang tenaga kerja domestik.

"Meski masuk tahun politik, namun Batam masih dinilai kondusif sehingga investasi terus masuk sejak Januari 2014," kata Dwi Djoko.

Djoko berharap kondisi keamanan selama tahun politik akan terus terjaga sehingga mendukung iklim investasi di Batam dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

"Selain infrastruktur, kondisi keamanan menjadi pertimbangan utama investor asing masuk ke Batam. Kami berharap Batam tetap aman dan kondusif sehingga investasi terus masuk," kata Djoko.

Djoko mengatakan pada Januari 2014, realisasi investasi asing di Batam mencapai sekitar 186 juta dolar AS, meski hingga akhir tahun ditargetkan investasi 350 juta dolar AS.

"Pada Januari ada lima perusahaan baru merealisasikan investasi di Batam dengan nilai investasi 73,11 juta dolar AS. Selain itu ada tiga perusahaan yang sudah beroperasi di Batam menambah investasi untuk perluasan usaha sebesar 113,04 juta dolar AS. Hal tersebut bukti Batam masih menjadi incaran investor," kata dia.

Ia mengatakan perusahaan baru yang merealisasikan investasi di Batam adalan gabungan Singapura-Indonesia, Australia-Indonesia, Malaysia-Singapura-India dan mampu memberikan sekitar 250 lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal.

Sementara itu, perluasan tiga perusahaan di Batam mampu menyediakan sekitar 600 lowongan pekerjaan bagi pekerja lokal.

"Masuknya investasi tersebut menunjukan Batam tetap kondusif dan menjadi salah satu pilihan investasi bagi perusahaan-perusahaan asing dan dalam negeri," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026