
Pemkot Batam Bentuk Pokja Pertumbuhan Penduduk

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau berencana membentuk kelompok kerja (pokja) khusus untuk menangani pertumbuhan penduduk yang meningkat setiap tahun akibat kelahiran dan kedatangan warga dari daerah lain di Indonesia hingga dikhawatirkan menyebabkan masalah sosial dan ekonomi di kota itu.
"Akan dibentuk semacam pokja untuk menangani pertumbuhan penduduk ini," kata Wali Kota Ahmad Dahlan di Batam, Rabu.
Pokja diperlukan untuk memikirkan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengantisipasi pertambahan jumlah penduduk, terutama dari pendatang baru.
Selain itu, pokja juga diminta memikirkan langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya, mengingat Batam adalah pulau dengan sumber daya alam terbatas.
Setiap tahun, jumlah penduduk di Batam bertambah sekitar 100.000 jiwa. Padahal sumber daya air dan lahan terus berkurang.
Wali Kota meminta para ahli menghitung, apakah Batam masih layak menjadi tempat tinggal. Dihitung dari luas lahan sekitar 41.000 hektare, yang diisi pemukiman, sejumlah kawasan industri, lahan hutan lindung dan ditempati lebih dari 1,2 juta penduduk.
"Apa masih ideal Batam ditinggali. 1,2 juta penduduk? Jangan-jangan Batam sudah tidak lagi," kata Wali Kota.
Selain itu, banyaknya warga pendatang yang tiba di Batam tanpa keahlian khusus dan menjadi pengangguran dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan baru.
Menurut Wali Kota, perlu filter khusus untuk pendatang yang ingin mencari kerja di Batam, agar tidak menimbulkan persoalan baru.
"Jika tidak difilter, bisa jebol. Bukannya anti pendatang. Tapi perlu menyeleksi yang datang ke Batam. Kalau tidak, kita akan mengalami masalah kependudukan," ungkap dia.
Pemkot Batam mencatat, saat ini jumlah tenaga kerja di Batam mencapai 348.979 jiwa. Sementara jumlah penduduk Batam hingga Februari 2014, sebanyak 1.145.797 jiwa. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
