
Pemerintah Evaluasi Percepatan Haji Manula karena MERS

Batam (Antara Kepri) - Kementerian Agama mengevaluasi percepatan haji untuk calon haji manula yang berusia di atas 80 tahun sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS), pada musim haji 2014.
"Percepatan haji Lansia ditinjau ulang," kata Dirjen Pengelolaan Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu di Batam, Rabu.
Kebijakan itu dibuat agar para manula yang dianggap rentan berbagai penyakit tidak tertular virus mematikan.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan berbagai perlengkapan kesehatan dan kebersihan kepada calon haji agar terhindar MERS.
"Kami akan melengkapi sarana kesehatan, seperti masker, sarung tangan, sampai tisyu Arafah, tisyu ini tidak mengandung sabun. Perlengkapan ini diberikan gratis saat calon haji masih berada di embarkasi," kata dia.
Dengan berbagai perlengkapan kebersihan itu, maka diharapkan calon haji dapat menjaga kebersihan selama menunaikan ibadah haji.
Pemerintah juga akan melaksanakan pelatihan menjaga kebersihan kepada calon haji sewaktu masih ada di Embarkasi.
Ia mengatakan pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota haji untuk Indonesia pada 2014 ini sebanyak 20 persen, terkait penyebaran MERS. Namun, Anggito tidak memberikan detilnya.
Sementara itu, untuk pelaksanaan ibadah umroh, ia mengatakan pemerintah mempermudah imunisasi meningitis agar terhindar dari penyakit.
"Peserta umroh usia di bawah 12 tahun atau di atas 65 tahun agar meningkatkan kewaspadaan. Syukur kalau tidak berangkat, karena ini sifatnya hanya saran," kata Anggito.
Jumlah kasus koronavirus MERS telah naik jadi 531 sejak kasus pertama didaftarkan pada 2012. Jumlah itu meliputi 169 kematian.
Menurut Arab News, para ilmuwan yang memimpin perang melawan virus mematikan tersebut mengatakan front kritis berikutnya ialah memahami cara virus itu berprilaku pada orang yang mengalami penularan lebih ringan, dan mengetahui siapa yang mungkin menyebarkan penyakit tersebut tapi tak menyadari bahwa ia terserang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
