
Proyek WFC Ranai di Lelang Ulang

Natuna (Antara Kepri) - Proyek Water Front City (WFC) yang berlokasi di Pantai Kencana, Ranai, akan dilelang ulang. Sebab, perusahaan yang memasukan penawaran tidak memenuhi persyaratan administrasi serta dokumen perusahaan yang lengkap.
"Ya, tahun ini WFC sudah gagal lelang dua kali, namun akan di lelang ulang kembali, hingga ada pemenang proyek WFC tersebut," ungkap Sihar Simamora yang menjabat Kabid Kebersihan dan Pertamanan Kota, Dinsa PU Kabupaten Natuna.
Sihar menjelaskan, kegagalan lelang itu terjadi murni karena perusahaan yang memasukkan penawaran kontrak kerjanya ke LPSE dianggap tidak memenuhi persaratan untuk mengerjakan pembangunan tersebut.
"Ada lima perusahaan yang memasukkan penawaran, namun pada proses itu selalu gagal. Rata-rata perusahaan kontraktor itu tidak memenuhi persyaratan administrasi dalam penawarannya. Kegagalan lelang ini murni dari pihak kontraktor," paparnya.
Namun demikian tambah Sihar Simamora, pengerjaan pembangunan WFC tetap akan dikerjakan tahun ini juga.
"Walau penawaran yang dilakukan oleh perusahaan yang ingin membangun WFC tersebut selalu gagal, namun akan tetap dilakukan pelelangan hingga ada pemenangnya. Dan pada tahun ini juga, pembangunan WFC itu akan tetap dilakukan," tambahnya.
Kemudian ungkap Sihar, Pemerintah Kabupaten Natuna, dalam hal ini Dinas PU, juga akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam semua prKemudian ungkap Sihar, Pemerintah Kabupaten Natuna, dalam hal ini Dinas PU, juga akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam semua proses pembangunan tersebut, termasuk pada proses lelangnya.
"Ya harus dilelang lagi sampai ada pemenanngnya karena tahun ini harus dimulai pengerjaannya, dan pemerintah sekarang mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam segala proses pembangunan," ungkapnya.
Ia menegaskan dari sisi data, kesiapan dan adaministrasi yang dimiliki pemerintah semunya sudah lengkap, sehingga pemerintah siap melelangnya kapan saja.
"Kalau dari kita tidak ada masalah, semunya lengkap, cuman perusahaan kontraktornya saja yang masih kurang pas," pungkasnya. (Antara)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
