
Batam Manfaatkan Penurunan Ekonomi Eropa

Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau Ahmad Dahlan mengatakan seluruh jaringan ekonomi di kota itu akan memanfaatkan penurunan ekonomi yang kini terjadi di Eropa untuk kemajuan industri Batam.
"Saat ini sedang terjadi perubahan ekonomi dunia, terjadi penurunan ekonomi di Eropa dan kita harus memanfaatkan ini," kata Wali Kota di Batam, Selasa.
Dia mengatakan Batam harus dapat melakukan lompatan-lompatan bisnis yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena dibanding daerah lain di Indonesia, menurut Wali Kota, Batam yang paling berpotensi untuk memanfaatkan perubahan arah pertumbuhan ekonomi itu, karena lokasinya yang strategis.
Untuk merebut perhatian dunia, maka arah industri di Batam harus diubah, jika sebelumnya fokus pada elektronik, maka harus beralih ke Teknologi Informasi dan industri lain yang banyak dibutuhkan. Karena menurut Wali Kota, industri elektronik juga sedang jatuh.
"Elektronik sudah tidak laku lagi," kata dia.
Buktinya, banyak perusahaan elektronik di Batam yang tutup karena produknya sudah tidak diminati pasar dunia.
Saat ini, kata dia, eranya industri minyak dan gas bumi, dan arah industri di Batam sudah sesuai.
Sebelumnya, saat mengunjungi Batam beberapa waktu lalu, Menko Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan berdasarkan karakteristik Batam, maka industri yang cocok dikembangkan adalah galangan kapal dan industri alat berat.
Menteri Koordinator mengkoreksi arah pengembangan industri di Batam yang kebanyakan diisi oleh industri elektronik.
"Galangan kapal harus dikembangkan habis-habisan. Jangan industri konsumsi seperti elektronik. Itu bisa di mana saja," kata dia.
Jika Batam ingin memiliki nilai kompetisi yang baik, maka harus memilih sektor industri yang khas dan kompetitif.
Menurut dia, sebenarnya dukungan regulasi untuk Batam menjadi pusat industri sudah ada, yaitu penetapan Kawasan Perdagangan Bebas. Namun pelaksanaanya tidak seperti yang diinginkan.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
