Logo Header Antaranews Kepri

Kekeringan Melanda Anambas

Selasa, 15 Juli 2014 06:40 WIB
Image Print

Anambas (Antara Kepri) - Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas hampir merata di setiap daerah, tidak hanya di Kecamatan Tarempa tapi juga Kecamatan Siantan Selatan dan Kecamatan Palmatak.

Di Desa Belibak, Palmatak, desa yang berpenduduk kurang lebih 300 jiwa tersebut dikabarkan sudah mengalami kekeringan selama kurang lebih empat bulan lamanya.

Hingga kini kekerigan tersebut belum teratasi. Masyarakat desa setempat terpaksa harus mengambil air dari desa lain yang jaraknya cukup jauh dan berlainan pulau yakni dari Desa Ladan kecamatan Palmatak.

Untuk mengambil air minum dari Desa Ladan, masyarakat Desa Belibak harus menggunakan pompong atau motor laut. Sekali berlayar minimal lima hingga 10 jerigen dengan volume 30 liter.

Seperti yang dilakukan pria di Desa Belibak, Supriadi, ia mengaku harus mengambil air dari Ladan dalam waktu seminggu sekali. Air dari Desa Ladan yang di ambilnya itu hanya digunakan untuk minum saja, kalau untuk mandi dan mencuci dia menggunakan air seadanya.

"Beberapa sumur sudah kering, memang masih ada air untuk umum tapi airnya kurang bagus, jadi hanya digunakan untuk mandi dan mencuci saja. Sementara untuk minum kami mengambil air dari Ladan," katanya.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh penduduk setempat namun belum menuai hasil yang diharapkan. Bahkan kepala desa Belibak, Dadang, memanfaatkan moment safari Ramadhan untuk mengadukan masalah ini kepada Wakil Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, untuk mendapatkan solusi akan hal ini .

"Alhamdulillah pak, kita ini sudah mengalami musim kemarau selama empat bulan, air yang ada hanya bisa untuk mencuci pakaian dan mandi saja, tapi untuk air minum kami ambil dari luar," katanya kepada Wakil Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, pada acara safari Ramadhan di masjid Baiturrahim Belibak, Minggu (13/7) malam.

Namun karena waktu yang mendesak, Abdul Haris tidak sempat untuk mengutarakan bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi kekeringan tersebut.

"Kalau kekeringan, berarti mengangkut air itu pahalanya luar biasa besar," katanya.

Namun meski tidak memberikan solusi tentang kekeringan tersebut, pihaknya memberikan beberapa bantuan kepada sejumlah rumah ibadah yang ada di desa tersebut. Selain itu
juga memberikan alat pengolahan ikan kepada Kelompok Usaha Bersama dan memberikan bantuan organ beserta sound systemnya kepada salah satu karang taruna yang ada di
desa tersebut. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026