Logo Header Antaranews Kepri

98 Guru Tinggalkan Anambas

Senin, 1 September 2014 19:35 WIB
Image Print

Anambas (Antara Kepri) - Sebanyak 98 guru Sarjana Mendidik Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM3T) meninggalkan Kepulauan Anambas karena masa tugas mereka berakhir.

Dari jumlah tersebut, 78 orang kembali ke Universitas Syah Kuala Aceh dan 20 lainnya ke Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung, Jawa Barat.

Mereka pulang ke daerah asal Senin (1/9) dengan menumpang KM Bukit Raya menuju Tanjungpinang kemudian ke Jakarta.

"SM3T tidak putus sampai di sini, tetapi tetap berlanjut. Sebagai gantinya SM3T periode ketiga tahun 2014/2015 akan tiba pada Minggu (6/9) mendatang," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Dinas Pendidikan Kepulauan Anambas, Hany Muswati.

Namun demikian jumlahnya menurun dari 98 orang menjadi 73 orang. Dari 73 guru tersebut, 32 di antaranya didatangkan dari UPI Bandung dan 41 lainnya dari Unsyah Kuala Aceh.

Para guru SM3T tersebut nantinya diperbantukan ke beberapa sekolah yang ditunjuk dari mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan bisa juga diperbantukan di pesantren.

Hany Muswati mengakui jumlah bantuan guru semakin menurun karena secara rekrut nasional juga menurun mengingat seleksi perekrutan saat ini semakin ketat sehingga makin sedikit yang lolos seleksi.

"Dari 15 ribu peserta seleksi SM3T, hanya sekitar 2.642 orang saja kemudian baru dibagikan ke daerah sasaran di seluruh Indonesia. Di Kepri ini hanya Anambas saja yang mendapatkan bantuan guru," katanya.

Koordinator guru dari FKIP Universitas Syah Kuala Aceh, M Ali Sarong yang didampingi Amirullah juga mengatakan, ke-78 guru tersebut akan bertugas selama 1 tahun sejak 1 Oktober sampai 30 September 2014. Mereka akan ditempatkan pada sekolah-sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kepulauan Anambas dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) hingga SMA.

"Mereka merupakan guru dari beberapa bidang studi dari biologi, fisika kimia, bindo, Bahasa Inggris, IPS Ekonomi, IPS Geografi, PGSD, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskerek) IPS Sejarah dan Bimbingan Konseling (BP)," katanya mengakhiri . (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026