Logo Header Antaranews Kepri

Imigrasi Pastikan Kebakaran Bukan Sabotase

Jumat, 5 September 2014 18:54 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pihak Imigrasi Klas I Khusus Batam memastikan kebakaran yang terjadi pada Kamis (4/9) malam akibat arus pendek listrik, bukan sabotase yang dilakukan pihak tertentu dengan niat menjatuhkan imigrasi.

"Tidak ada sabotase. Ini karena arus pendek," kata Kepala Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Batam Klas I Khusus Batam, Rafli di Batam, Jumat.

Ia bercerita, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Api berasal dari pendingin ruangan (AC) di ruang tunggu Kepala Kantor Imigrasi yang sudah lama tidak digunakan.

Api dari pendingin ruangan kemudian memercik ke kursi yang terletak di bawahnya, dan memicu kebakaran.

Kebakaran yang mengakibatkan seluruh pelayanan Imigrasi Batam harus ditutup itu hanya menghanguskan satu unit kursi.

Seorang petugas imigrasi yang masih berada di kantor langsung memadamkan api, sehingga kebakaran tidak sempat membesar, kata Rafli.

"Tapi akibatnya, arus listrik diputuskan semuanya untuk menghindari bahaya lebih besar," kata dia.

Sementara itu, akibat pemutusan arus listrik, seluruh pelayanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Klas I Batam ditutup, termasuk pengurusan izin tenaga kerja asing di Pelayanan Terpadu Satu Atap Sumatera Expo.

"Bagaimana mau dilayani. Di dalam gelap semua," kata dia.

Rafli belum dapat memastikan kapan pelayanan kembali dibuka, tergantung kesiapan aliran listrik.

"Mudah-mudahan hari ini saja," kata dia.

Warga Bengkong, Nurfadilah, yang ditemui saat hendak mengambil paspor mengaku kecewa dengan ditutupnya pelayanan pengurusan paspor di Imigrasi Batam.

"Saya sudah sepekan mengurusnya. Hari ini mau mengambil, ternyata tutup," kata dia bercerita.

Ia mengatakan tidak tahu terjadinya kebakaran di Kantor Imigrasi yang berujung pada penutupan pelayanan imigrasi.

"Saya baru sampai, ternyata tutup," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026