
Batam Siap Pasarkan Hasil "OVOP" Se-Indonesia

Batam (Antara Kepri) - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kecil, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Batam, Kepulauan Riau, Pebrialin mengatakan bahwa pihaknya siap membantu memasarkan hasil Program "One Village One Product" (OVOP) se-Indonesia di kota itu.
"Kami siap, Batam bisa menjadi tempat workshop dan tempat memamerkan hasil produk Program Satu Desa Satu Produk (OVOP)," kata Kepala Dinas di Batam, Rabu.
Lokasi Batam yang strategis berdekatan dengan Malaysia dan Singapura dianggap tepat untuk memamerkan hasil produk OVOP dari seluruh Indonesia.
Pemkot Batam juga siap membantu apa saja yang dibutuhkan oleh komunitas OVOP yang menjadi program Kementerian Koperasi dan UKM.
Malah, kata Pebrialin, sebenarnya Pemerintah Provinsi Kepri sudah berencana untuk mendirikan workshop sekaligus ruang pamer untuk produk-produk lokal.
Sementara itu, Deputi Pengkajian Sumber Daya KUMK Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, mengatakan pihaknya mendukung rencana menjadikan Batam sebagai pusat ruang pamer hasil OVOP.
"Kalau itu yang diinginkan mereka, kami dukung. Tugas kami menyatukan," kata Meliadi Sembiring.
Pemerintah memberikan fasilitas untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk dengan bekerja sama dengan lembaga dari Taiwan, Korea Trade-Investment Promotion Agency of Republik Korea (Kotra) dan Mini Market Lotte dan Q10, sehingga bisa langsung "go international".
Kementerian Koperasi dan UKM mendorong semua OVOP yang telah ditetapkan pemerintah untuk saling bertukar pengalaman dan informasi demi kemajuan semua daerah.
Pemerintah pusat juga menyerahkan pilihan pengembangan produk yang dipilih pemda untuk diterapkan di suatu desa, karena pemda yang memahami potensi masing-masing.
Sementara itu, dari 100 OVOP yang dikembangkan, lebih setengahnya sudah berhasil menembus pasar internasional, di antaranya budi daya dan pengembangan produk asparagus di Bali, bawang merah dan bawang goreng di Sulawesi Tengah dan lidah buaya di Kalimantan.
Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan untuk mengembangkan 500 OVOP di seluruh Indonesia dalam lima tahun ke depan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
