
Umrah Tambah 3 Jurusan Kemaritiman

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) berencana menambah 3 jurusan kemaritiman pada 2015 masing-masing jurusan perkapalan, transportasi laut dan ekonomi pembangunan berbasis kemaritiman.
"Untuk jurusan perkapalan dan transportasi laut masuk ke fakultas teknik, lalu untuk ekonomi pembangunannya masuk ke fakultas ekonomi, " kata Rektor Umrah, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc.
Masuknya 3 jurusan baru tersebut menambah jumlah keseluruhan jurusan di 5 fakultas yang berada di Umrah dari 17 jurusan yang ada menjadi 20 jurusan.
"Kita harapkan masyarakat memberikan dukungan artinya dukungan yang tidak hanya perhatiannya terapi jika ada kesalahan yang kami lakukan segera beri teguran kepada kami," paparnya.
Selain itu sambung Syafsir, jika ada dukungan kemampuan secara langsung maka berikan dukungannya.
"Seperti informasi yang saya dapat, Bupati Bintan berencana mencarikan lahan untuk Umrah," katanya.
Intinya tetap akan dilakukan pembangunan untuk mendukung pendidikan di Umrah.
"Kita juga sudah kerjasama dengan beberapa universitas di Indonesia seperti Unri, berupa mobilitasi pimpinan atau dosen dan kita juga fokus di bidang ilmu sosial," paparnya.
Untuk di bidang pendidikan ucapnya, Umrah telah bekerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta.
"Serta Universitas Sriwijaya dalam MoU khusus bidang ekonomi dan akuntansi. Karena mereka yang terbaik di bidang itu," ucap Syafsir.
Mendukung jurusan teknik perkapalan Umrah, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan ITS Surabaya dan beberapa lagi universitas di Tanah Air.
Tidak hanya di Indonesia, Umrah juga akan melakukan kerjasama dengan UTM Malaysia dalam pemanfaatan laboratorium yang menurutnya lebih dekat berbanding ke Jakarta.
"Nanti juga akan direncanakan akses perpustakaannya dan mahasiswa kita akan diberi dormitori di sana," tutur Rektor Umrah tersebut.
Tambahnya Umrah juga melakukan kerjasama dengan Khon Kaen University Thailand, karena keunggulan universitas di negara gajah putih tersebut memiliki pabrik pembuat jaring laut terbesar di dunia.
"Dalam mobilitasnya kita juga menerima mereka jika ingin kuliah di Umrah," ucapnya.
Sementara Singapur, Umrah melakukan penjajakan dan berencana bekerjasama untuk mengadopsi kemajuan pendidikan di negara tersebut. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
