Logo Header Antaranews Kepri

Penjualan Kembang Api Meningkat 30 Persen

Jumat, 2 Januari 2015 19:46 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Penjualan kembang api dalam perayaan Tahun Baru 2015 diperkirakan meningkat hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya di Batam Kepulauan Riau, kata sejumlah pedagang kembang api.

"Penjualan tahun ini lumayan lebih ramai. Kira-kira adalah kenaikannya sampai 30 persen," kata pedagang kembang api di Nagoya, Anto di Batam, Jumat.

Ia mengatakan sampai saat ini penjualan kembang api yang mulai diperdagangkan sejak pekan terakhir 2014 itu masih ramai, sehingga pedagang belum dapat menghitung omset penjualan.

Kembang api banyak dibeli warga, restoran, hotel dan tempat hiburan yang menjanjikan perayaan tahun baru.

Menurut Anto, jenis kembang api yang banyak dibeli bergeser dibanding tahun sebelumnya. Kini warga dan pemilik usaha lebih memilih kembang api dengan ukuran kecil dan jumlah tembakan sedikit.

"Sekarang yang lebih laku justru yang kecil-kecil. Yang besar seharga Rp4,5 juta hanya satu saja yang laku," kata dia.

Kembang api ditawarkan dalam berbagai jenis. Harganya mulai dari Rp40.000 hingga Rp4,5 juta.

Pedagang kembang api di Tiban, Ipul, juga mengatakan hal senada. Penjualan kembang api Tahun Baru 2015 meningkat dibanding tahun sebelumnya.

"Ya, sekarang lebih ramai," kata dia.

Penjualan kembang api biasanya akan terus ramai hingga Perayaan Tahun Baru Tiongkok dan Cap Go Meh.

Warga Batam, Andre yang ditemui saat membeli kembang api mengatakan sengaja membeli untuk memeriahkan acara kumpul keluarga.

"Keluarga dari pulau-pulau kumpul semua, ini hanya untuk ramai-ramai saja," kata dia.

Ia mengaku tidak menyiapkan anggaran khusus untuk membeli kembang api. Keluarganya lebih memilih kembang api seharga beberapa ratus ribu.

"Yah, namanya sama anak-anak, kalau dirasa kurang, beli lagi," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026