
KM Lawit Segera Beroperasi

Anambas (Antara Kepri) - Salah satu kapal milik PT. Pelni KM Lawit yang sangat ditunggu-tunggu warga Anambas segera beroperasi melewati rute di kabupaten kepulauan tersebut untuk memenuhi kebutuhan tranportasi laut yang memadai sebagai sarana distribusi penumpang dan barang.
Kabar gembira ini didapat dari General Manager PT. Pelni Cabang Tanjungpinang Norkhamami yang memprediksi KM Lawit beroprasi pada pertengahan Februari 2015. Saat ini ,diketahui kapal dengan daya angkut mencapai seribu penumpang tersebut sedang menjalani docking di Jakarta
"Bila tidak ada halangan, berangkat dari Tanjungpriok (Jakarta) sekitar tanggal 12 atau tanggal 15 Februari 2015 besok, kapal ini sekarang tengah docking full di Jakarta," ujar Norkhamami, Senin.
Sebelumya, ada khabar bahwa kapal ini akan berlabuh di Pulau Batam. Kabar inipun sempat menjadi buah bibir di Kepulauan Anambas. Beberapa pegawai Pemkab Anambas bahkan sempat mencari tahu kebenaran tentang informasi ini.
"Kabarnya begitu. Makanya, benar atau tidak informasi ini. Kalau benar, tentu cukup membantu lah. Karena, tidak perlu berangkat lagi menuju Tanjungpinang," ujar seorang pegawai Yulianto
Norkhamami kembali meluruskan persoalan terkait kabar tersebut yang sempat meluas dan beredar di Kepulauan Anambas. KM Lawit yang dikabarkan bakal berlabuh di Batam, bukan di pelabuhan Sri Bayintan Pura, Kijang, Kabupaten Bintan tempat biasa kapal Pelni biasa berlabuh.
"Masa iya, tak benar info itu. Tetap berada di Kijang," Jelas Norkhamami .
Dia kembali menjelaskan, rute berlayar KM. Lawit pun tak mengalami perubahan dengan rute Surabaya- Pontianak-Pulau Tujuh (Anambas dan Natuna)-Kijang-Tanjung Pandan-Tanjungpriok-Tanjungpandan-Pontianak-Surabaya.
Sebelum melakukan docking, KM. Lawit beberapa waktu lalu sempat melakukan pelayaran perdananya menuju Anambas kira-kira pada awal bulan Januari 2015.
Yang jelas kehadiran KM Lawit ini pun, menambah alternatif moda transportasi menuju luar wilayah Anambas. Selain KM. Lawit, kapal Pelni lainnya seperti KM. Bukit Raya juga berlayar menuju kabupaten terluar ini. Jadi hal ini terjadi perbedaan , jika KM. Bukit Raya melakukan pelayaran pulang pergi, sedangkan KM. Lawit hanya melakukan pelayaran satu rute saja. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
