Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri Tangani 16 Kasus Narkoba 2015

Jumat, 13 Februari 2015 16:49 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Polda Kepri menangani 16 kasus penyelundupan narkoba, sejak Januari hingga pekan pertama Februari 2015.

"Pada Januari 12 kasus yang ditangani. Sementara Februari ini sudah empat kasus penangkapan dan penemuan narkoba yang ditangani," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Wiyarso di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, rata-rata kasus penyelundupan narkoba asal Malaysia tersebut sebagian besar melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre dengan melibatkan warga asing.

"Rata-rata yang membawa narkoba tersebut juga warga negara Malaysia. Mereka biasanya juga merupakan pengguna narkoba yang dimanfaatkan jaringan internasional untuk menyelundupan ke Indonesia," kata dia.

Selain penggagalan dari Pelabuhan Internasional Batam Centre, kasus upaya penyelundupan narkoba juga ditemukan di Bandara Internasional Batam Centre saat hendak dibawa ke luar Batam.

"Barang bukti yang diamankan nilainya mencapai miliaran rupiah. Sebagian besar memang merupakan sabu-sabu," kata Wiyarso.

Salah satu kasus menonjol pada awal Februari 2015, kata dia, adalah penemuan 770 gram sabu oleh warga pesisir Nongsa yang diduga sengaja ditinggalkan pemiliknya yang baru tiba dari Malaysia.

"Ini merupakan peran serta masyarakat. Mereka yang menemukan segera melaporkan dan menyerahkan barang buktinya ke polisi," kata dia.

Kasus lain yang ditemukan pada Februari adalah 14,4 gram sabu, 173,4 gram sabu, 45 gramn ganja, 6 butir ekstasi, uang Rp3 juta milik R dan J di Dapur 12 Kota Batam.

Selanjutnya di Hotel Kenanga dengan pemilik AB dengan barang bukti 11 gram sabu.

"Sesuai dengan instruksi Kapolda Kepri, kami terus menggiatkan pencegahan peredaran narkoba di Kepri. Termasuk antisipasi masuknya narkoba dari Malaysia yang masuk ke Batam dan hendak dikirim ke wilayah lain di Indonesia," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026