Logo Header Antaranews Kepri

Nurdin Basirun Enggan Komentari Penyalonan Dirinya

Rabu, 11 Maret 2015 20:44 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Bupati Karimun Kepulauan Riau Nurdin Basirun masih enggan mengomentari rencana penyalonan dirinya dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepri 2015, mendampingi politisi PDI Perjuangan Soerya Respatino.

"Saya belum bisa berkomentar, karena ini nanti dibaca orang banyak," kata Nurdin yang ditemui saat menghadiri Konferda PDIP Provinsi Kepri dan Riau di Batam, Rabu.

Menurut dia, belum ada kesepakatan yang pasti, sehingga tidak bisa disiarkan ke publik.

Namun, ia membenarkan sudah ada komunikasi dengan PDI Perjuangan dan Soerya Respationo.

Nurdin juga membenarkan sudah ada komunikasi politik dengan beberapa partai lain. Namun, ia masih enggan menyebutkan.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Kepulauan Riau, Lis Darmansyah mengatakan, menyerahkan keputusan calon wakil gubernur kepada Soerya Respationo.

"Dari partai ada tiga nama, Soeryo, Soerya Respationo dan Romo (sapaan akrab Soerya-red). Untuk wakil, kami serahkan ke Soerya," kata dia.

Sementara itu, Soerya Respationo yang kini menjabat Wakil Gubernur Kepri belum memutuskan nama calon pendampingnya dalam Pilkada Kepri 2015, meski ia memastikan akan maju sebagai calon gubernur.

Sebelumnya, Soerya Respationo menyatakan siap bersanding dengan dua politisi Partai Golkar Ansar Ahmad atau Nurdin Basirun, karena kemungkinan koalisi dengan Partai Golkar sudah hampir pasti, tinggal menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat dua partai itu.

"Insya Allah (dengan Golkar, red). Tapi belum tau dengan siapa. Bisa dengan Ansar dan Nurdin," kata suami anggota DPRD Batam Rekaveny itu.

Ketua PDI Perjuangan Kepri itu menyatakan keputusan siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil gubernur itu tergantung pada Partai Golkar.

Dia sendiri siap disandingkan dengan salah satu dari keduanya.

"Saya nyaman dengan keduanya," kata dia.

Ia juga enggan menyebutkan siapa dari kedua politisi Partai Golkar yang kira-kira memiliki lebih banyak pendukung untuk menambah suara dalam Pilkada.

"Tunggu keputusan dari pusat," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026