Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota: Sulit Serahkan Lahan ke UMRAH

Jumat, 13 Maret 2015 20:59 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau Lis Darmansyah menyatakan lahan seluas lima hektare sulit diserahkan kepada Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

"Prosedurnya terlalu banyak, dan butuh waktu yang lama," katanya, Jumat.

Lis mengemukakan untuk saat ini Pemkot Tanjungpinang akan mempertahankan lahan tersebut. Namun Pemkot Tanjungpinang mempersilahkan pihak UMRAH memanfaatkannya untuk pendidikan.

"Selama ini memang dipergunakan untuk pembangunan, mulai dari Politeknik dan sekarang digunakan UMRAH. Kami persilakan untuk kemajuan pendidikan," ucapnya.

Sementara UMRAH sudah membentuk tim untuk menyelesaian permasalahan aset, termasuk mendorong penyelesaian status kepemilikan lahan.

"Kampus ini berada di Senggarang dan Dompak. Kedua lahan itu masih dikuasai pemerintah daerah," kata Wakil Rektor II UMRAH Heri Suryadi di Tanjungpinang.

Kampus UMRAH di Senggarang untuk Fakultas Ilmu Kelautan dan Ilmu Perikanan, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Teknik. Sementara itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta rektorat berada di Dompak.

Lahan seluas lima hektare di Senggarang, kata dia, sejak 2007 masih dikuasai Pemkot Tanjungpinang, sedangkan lahan di Dompak yang dipergunakan UMRAH seluas 32 hektare, 22 hektare di antaranya sudah bersetifikat.

Akibat belum diserahkan lahan tersebut, menurut Heri, pembangunan kampus menjadi terhambat. Oleh karena itu, pihaknya membentuk tim khusus untuk menyelesaikannya.

"Kalau lahan tersebut sudah diserahterimakan, pembangunan kampus dapat berjalan lancar," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026