Logo Header Antaranews Kepri

Manajer Teknik PLN Riau Dipukul Massa

Rabu, 18 Maret 2015 07:49 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Manajer Teknik PT PLN (persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) Pintor Rumapea dipukul massa seusai rapat dengan Gubernur Kepri HM Sani di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa sore.

Rahang kiri Pintor dipukul saat massa mengerumuninya di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang. Sejumlah aparat keamanan langsung mengamankan Pintor ke dalam Gedung Daerah.

Sementara salah seorang warga yang diduga memukul Pintor sempat diamankan anggota kepolisian sebelum dilepaskan.

"Saya masih pusing," kata Pintor kepada sejumlah wartawan yang berhamburan mendekatinya saat sedang mewawancai Gubernur Kepri HM Sani.

Pintor tidak menjawab saat ditanya apakah akan melaporkan penganiayaan terhadap dirinya kepada pihak kepolisian. Dia terus-menerus memegang rahang kirinya yang memerah.

"Saya masih pikir-pikir, sekarang masih pusing. Saya ini hanya diundang menghadiri rapat," ucap Pintor.

Sejumlah polisi mengawal Pintor saat menuju mobil dinasnya. Belasan warga masih mengejarnya.

Mobil yang ditumpangi Pintor pun dilempar oleh massa. Mobil itu terus melaju meninggalkan Gedung Daerah Tanjungpinang.

Sebelumnya, sejumlah PNS yang mengikuti rapat tertutup antara Gubernur Kepri HM Sani, perwakilan massa dengan pihak PLN menyatakan rapat berlangsung panas.

Aksi yang dilakukan massa itu terkait pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN selama berjam-jam sejak sekitar sebulan yang lalu. Sekitar seribu orang massa menggelar demonstrasi dan merusak sejumlah aset milik PT PLN.

Sampai sekarang PLN masih melakukan pemadaman listrik lantaran kapasitas pembangkit listrik 49 MW, sedangkan beban puncak mencapai 52 MW. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026