
NasDem Beri Sinyal Dukung Soerya-Ansar

Batam (Antara Kepri) - Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasional Demokrat Provinsi Kepulauan Riau Lik Khai mensinyalir partainya akan mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Soerya Respationo dan Ansar Ahmad dalam Pemilihan Kepala Daerah Kepri 2015.
"Pasangan ini kami siap, untuk Soerya-Ansar," kata Lik Khai di Batam Kepulauan Riau.
Ketua PDIP Kepri Soerya Respationo dan Ketua Partai Golkar Kepri (Munas Bali) Ansar Ahmad memang sudah mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah kepada pengurus Partai NasDem beberapa waktu lalu.
Lik Khai mengatakan pihaknya menerima tiga pendaftaran untuk calon gubernur dan satu untuk wakil gubernur. Namun, sepertinya pengutus Partai NasDem lebih cenderung mendukung Soerya Reapationo yang kini menjabat Wakil Gubernur Kepri.
"Surya Paloh sudah ketemu Soerya Reapationo, sudah dicocokkan," kata dia.
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepri Susilawati juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan sudah menerima pendaftaran tiga calon gubernur, Namun lebih condong kepada Soerya yang juga Ketua PDI Perjuangan Kepri.
Selain hubungan antara Partai NasDem dan PDIP sudah sangat baik di DPP dan di daerah, ia juga menilai figur Soerya dapat diterima oleh masyarakat.
"Kalau saya lebih condong ke Soerya. Tapi semuanya harus melalui rapat pleno," kata Susilawati.
Sebelumnya, Sekretaris PDI Perjuangan Kepri Lis Darmansyah memastikan partainya akan mendukung Soerya Respationo sebagai calon gubernur Kepri 2015-2020.
Mengenai pasangan Soerya dalam Pilkada, ia mengatakan menyerahkannya kepada Ketua PDI Perjuangan itu.
"Untuk wakil, terserah Pak Soerya," kata dia.
Soerya Respationo mendaftarkan diri sebagai calon gubernur untuk diusung Partai NasDem pada Kamis (12/3) ditemani beberapa pengurus PDI Perjuangan.
Sedangkan Ansar Ahmad mendaftar ke Partai Nasional Demokrat untuk diusung sebagai calon wakil gubernur dalam Pilkada pada Jumat (20/3). (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
