
Kakansatpol Tanjungpinang Minta Maaf

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Aksi menendang pickup milik para pendemo yang melakukan orasi di halaman kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang yang dilakukan salah satu personil Satpol PP, menimbulkan kisruh yang membuat Kakansatpol, Irianto meminta maaf terhadap aksi tersebut.
"Saya meminta maaf atas perlakuan personil Satpol PP Kota Tanjungpinang yang terpancing emosi sampai menendang kendaraan milik pendemo, " ujar Kakansatpol Kota Tanjungpinang, Irianto, Jumat.
Permintaan maaf yang disampaikannya dalam pertemuan bersama sejumlah pendemo dari kalangan mahasiwa Umrah Tanjungpinang di ruang Satpol PP Kantor Walikota diterima positif oleh mahasiswa.
"Tapi seharusnya tidak sampai menedang kendaraan seperti itu, justru Satpol PP memberikan contoh yang baik. Jangan seperti tidak ada etika, " kata koordinator mahasiswa Sueb usai pertemuan.
Sementara tujuan aksi demo yang awalnya berupa tuntutan terhadap hilangnya satu unit laptop pasca razia Satpol PP di Jalan Pemuda beberapa waktu lalu menimbulkan kesal bagi pendemo.
"Seandainya waktu razia itu teman kami tidak dibawa ke kantor satpol, tentu tidak akan hilang laptop tersebut, logikanya seperti itu," tegasnya.
Lagi pula, pemilik laptop sekaligus sebagai mahasiswa di salah satu universitas di Tanjungpinang tersebut diciduk hanya karena tidak menyerahkan KTP asli, bukan bertindak mesum.
"Tapi mahasiswa itu memiliki photocopy KTP yang lebih dulu sudah diserahkan ke RT ketika awal masuk ke kost," paparnya.
Ketidakpuasan terhadap permintaan maaf dari Kakansapol atas diciduknya mahasiswa tersebut, Sueb berencana akan membawa permasalahan ini ke Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah.
"Kami kecewa terhadap Satpol PP Kota Tanjungpinang atas aksi penangkapan mahasiswa, hilangnya laptop pasca razia dan aksi Satpol PP yang menendang pickup kami ketika demo tadi. Kami tidak akan berhenti sampai disini," tegasnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
