
Citilink Pertimbangkan Pindahkan Penjualan Tiket Bandara Batam

Batam (Antara Kepri) - Maskapai Citilink Indonesia mempertimbangkan memindahkan lokasi penjualan tiketnya dari kawasan terminal Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke lokasi baru.
"Kami tengah merenovasi kantor di kota (luar terminal). Nantinya mungkin akan pindah kesana," kata District Manager Citilink Batam, Hendra di Batam, Sabtu.
Saat ini, Citilink masih memanfaatkan loket di sebelah kanan pintu masuk terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk menjual tiket meski dalam papan tempat tersebut sudah diganti dengan customer service (layanan pelanggan).
Hal tersebut juga masih dilakukan oleh maskapai-maskapai lain yang beroperasi di bandara dengan kapasitas maksimal lima juta penumpang per tahun tersebut.
"Semua juga masih (jual tiket di kawasan bandara). Kalau selesai mungkin kami segera pindah," kata dia.
Sesuai Surat Edaran Menteri Perhubungan HK 209/1/1/16/PHP.2014, seharusnya mulai 1 Januari 2015 maskapai penerbangan dilarang menjual tiket dalam kawasan bandara.
Namun, Kepala Bandara Hang Nadim Batam Herson yang awalnya memberlakukan larangan sesuai imbauan tersebut pada 1 Mei, masih memberikan kelonggaran bagi maskapai.
"Semua nanti akan diganti dengan layanan pelanggan. Namun edaran itu tidak sepenuhnya sesuai jika diterapkan di Batam. Dalam kondisi tertentu, bisa saja mereka menjual tiket," kata dia.
Sementara itu Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan hingga saat ini tinggal Sriwijaya Air yang belum mengganti loket penjualan tiketnya dengan loket layanan pelanggan.
"Untuk maskapai lain sudah merubahnya dengan customer service. Tinggal Sriwijaya Air saja yang belum," kata dia.
Saat ini, maskapai yang beroperasi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam adalah Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air Group (Lion Air, Malindo Air, Batik Air, Wings Air), Sriwijaya Air, Firefly. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
