Logo Header Antaranews Kepri

Ratusan Karyawan BBA-Batam Keracunan Mie Goreng

Sabtu, 6 Juni 2015 22:27 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Ratusan karyawan PT Bintan Bersatu Apparel (BBA) di Batam Centre, Jumat malam, mengeluh mual-mual dan pusing usai makan mie goreng yang diberikan pihak perusahaan hingga akhirnya dilarikan ke sejumlah rumah sakit.

Salah seorang karyawan, Rika mengatakan, mereka yang bekerja lembur diberikan makan mie goreng pada sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah sekitar 30 menit, satu-persatu karyawan yang rata-rata wanita tersebut mengekuh mual, pusing, hingga ada yang muntah.

"Hampir semua yang makan mengalami hal serupa. Semua mual-mual, pusing dan dilarikan ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan medis," kata dia.

Selanjutnya, karyawan dibawa ke sejumlah rumah sakit di Batam untuk mendapat pertolongan medis mengatasi keracunan tersebut agar tidak sampai menimbulkan sakit berkelanjutan.

"Informasinya ada di RSBK (Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Seraya, Batam) dan rumah sakit lain di sekitar Nagoya," kata karyawan lain yang tidak keracunan Dinda.

Pantauan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, karyawan perusahaan pembuat pakaian olahraga merek terkenal tersebut langsung mendapatkan perawatan petugas di ruang unit gawat darurat (UGD).

Sejumlah petugas medis nampak sibuk memasang infus dan memberikan pertolongan pada puluhan korban di UGD. Sebagian karyawan lain nampak dipindahkan ke ruang perawatan usai selesai diperiksa di UGD.

Pihak manajemen perusahaan tersebut jingga saat ini belum memberikan keterangan resmi mengenai kejadian yang menimpa ratusan karyawan tersebut.

Hingga sekitar pukul 21.30 WIB, petugas kepolisian masih nampak berada di tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan data mengenai kasus tersebut.

Pantauan dari luar pagar perusahaan, nampak sejumlah mobil polisi termasuk mobil inafis Polresta Barelang masih berada didalam kawasan perusahaan.

Sementara itu, gerbang pabrik tertutup rapat dengan pengawasan petugas pengamanan perusahaan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026