
Target Pertumbuhan Ekonomi Kepri Sulit Dicapai

Strategi kami dengan FTZ BBK dan NAL. NAL juga didorong agar tumbuh dan berkembang, agar ada nilai positif
Batam (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengakui target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah lima tahun sebesar delapan persen sulit dicapai.
"Target RPJMD sebesar delapan persen tidak tercapai, bukannya karena tidak berusaha. Tapi situasi eksternal yang menyebabkan itu," kata Gubernur saat membuka Gerakan Nasional Non Tunai Bank Indonesia di Batam, Kepri, Minggu.
Meski tidak mencapai target dalam RPJMD, pertumbuhan ekonomi di Kepri lebih tinggi dibanding nasional. Saat ini, pertumbuhan ekonomi di Kepri mencapai 7,3 persen.
"Kami masih punya waktu untuk mengejar target sampai akhir tahun ini. Mudah-mudahan tercapai, meski sulit," kata Gubernur.
Beberapa faktor eksternal yang menyebabkan sulit mencapai target antara lain melemahnya perekonomian Eropa, krisis ekonomi global, menurunnya harga minyak dunia dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Faktor-faktor itu dipercaya menjadi penghambat investasi asing di Kawasan Batam yang memicu perlambatan pertumbuhan di seluruh wilayah Kepri.
Padahal, kata Gubernur, pemerintah sudah melancarkan sejumlah rencana untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di seluruh Kepri, yaitu dengan pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, Karimun (FTZ BBK) serta kawasan pengembangan sektor bahari dan pariwisata di Natuna, Anambas dan Lingga (NAL).
"Strategi kami dengan FTZ BBK dan NAL. NAL juga didorong agar tumbuh dan berkembang, agar ada nilai positif," kata dia.
Sementara itu, selain pertumbuhan ekonomi, Gubernur menilai target dalam RPJMD lainnya tercapai, antara lain penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
"Pengangguran sekarang tinggal enam persen, kemiskinan juga tinggal enam persen, dari sebelumnya 11 persen. Ini semua akan kami sampaikan pada DPRD pada akhir masa kerja," kata Gubernur. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
