Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota Batam: Warga Jangan Khawatir MERS

Rabu, 10 Juni 2015 21:52 WIB
Image Print
Di pelabuhan Sekupang ada ruang isolasi, jadi kalau ada yang 'kenapa-kenapa' bisa ditangani langsung. Ada tanggap darurat kesehatan

Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau Ahmad Dahlan meminta warga Batam tidak mengkhawatirkan penyebaran virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dari wisatawan Korea Selatan karena diperiksa dengan ketat.

"Orang Korsel yang datang ke Batam ini sebelumnya ke Singapura dulu. Jadi mereka ke Singapura, baru ke Batam. 'Filter' di Singapura sudah ketat, jadi warga Batam jangan khawatir," kata Wali Kota di Batam, Rabu.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, ribuan warga Korsel datang ke Batam tiap bulannya.

Korsel adalah penyumbang wisman terbesar ketiga di Batam setelah Singapura dan Malaysia.

Wali Kota yakin jika wisman asal Korsel membawa virus berbahaya maka pasti sudah terdeteksi di pintu masuk Singapura dan mendapatkan penanganan di Negeri Singa tersebut.

Dengan demikian, warga Korsel yang datang ke Batam diyakini aman dari berbagai virus berbahaya.

Wali Kota mengaku enggan memperketat pintu masuk dengan mengadakan berbagai pemeriksaan untuk wisman.

Ia khawatir, wisman tidak mau datang ke Batam bila pengetatan itu diberlakukan.

"Perketat pintu masuk, susah juga. Nanti mereka tidak mau datang," kata dia.

Ia mengakui saat ini belum ada alat pendeteksi virus bagi pengunjung di pelabuhan-pelabuhan Batam namun ia tidak khawatir.

"Di pelabuhan Sekupang ada ruang isolasi, jadi kalau ada yang 'kenapa-kenapa' bisa ditangani langsung. Ada tanggap darurat kesehatan," kata Wali Kota.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga meminta warganya berhati-hati jika berkunjung ke luar negeri.

Warga yang sedang bepergian ke luar negeri diimbau segera melapor jika merasakan tanda-tanda tidak wajar ditubuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan untuk tidak melakukan perjalanan bagi warga negara Indonesia (travel advice) atau tidak berada di Korea Selatan terkait penularan virus gangguan pernapasan MERS yang sedang menyebar di negara tersebut. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026