
Soerya Optimistis Lulus Tes Kesehatan

Batam (Antara Kepri) - Calon Gubernur Kepulauan Riau yang diusung PDIP, Golkar, PAN, PKS, dan Hanura yakni Soerya Respationo mengaku optimistis lulus tes kesehatan Ikatan Dokter Indonesia sebagai syarat mengikuti Pilkada 2015.
Soerya dalam rilis di Batam, Selasa mengatakan, saat ini, dirinya dalam kondisi kesehatan yang prima, sehingga tidak perlu khawatir atas tes kesehatan yang diselenggarakan Rabu (29/7).
Apalagi, Soerya menyatakan tidak memiliki riwayat penyakit berat yang dapat menggagalkan pencalonannya.
"Coba lihat saya. Saya tampak terlihat sakit tidak?," kata calon gubernur itu.
Mantan Ketua DPRD Batam dan Kepri itu tidak mempersiapkan diri secara khusus untuk menghadapi tes kesehatan cagub di RS Badan Pengusahaan dan hanya puasa sebagai syarat dari dokter mulai pukul 00.00 WIB, Rabu (29/7).
Ia mengatakan, selalu berupaya menjaga kesehatan dan kebugaran dengan melakukan berbagai macam olahraga tiap hari.
Menurut pria pemegang ban hitam taekwando yang juga aktif sebagai pembina tarung derajat itu, kebugaran adalah kunci sukses bisa menyelesaikan berbagai tugas berat yang membutuhkan fisik kuat sebagai kepala daerah.
Tes kesehatan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri terdiri dari lima pemeriksaan, yaitu anamnesis atau analisis riwayat, pemeriksaan psikiatrik, jasmani, pemeriksaan penunjang, dan laboratorium.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri Firman mengatakan akan melaksanakan tes kesehatan peserta pilkada dengan profesional.
Firman juga memastikan bahwa tim yang terlibat dalam pemeriksaan kesehatan ini independen.
Tim dokter akan melakukan rapat hasil tes sesuai dengan spesialisasi masing-masing demi mengambil kesimpulan secara menyeluruh.
Sedangkan untuk biaya pemeriksaan akan dibebankan kepada KPU, kecuali pemeriksaan lanjutan yang diharuskan oleh dokter untuk menindaklanjuti hasil tes sebelumnya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
