Logo Header Antaranews Kepri

Warga Kundur Diminta Sukseskan Program Sejuta Jamban

Kamis, 30 Juli 2015 18:18 WIB
Image Print
Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat dan lingkungan yang sehat dan bersih. Jamban yang bersih cerminan lingkungan bersih dan sehat

Karimun (Antara Kepri) - Warga Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, diminta proaktif menyukseskan Program Sejuta Jamban yang dilakukan TNI dengan menyasar rumah penduduk yang belum memiliki sarana mandi cuci kakus (MCK).

"Program karya bakti TNI ini mengedepankan kebersamaan dan gotong royong. Tanpa peran aktif masyarakat ikut dalam program ini, tentu hasilnya tidak maksimal," kata Komandan Rayon Militer 03/Kundur Kodim 0317/Karimun Kapten (Inf) K Manurung di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Rabu.

Program Sejuta Jamban merupakan program yang dicanangkan Presiden dan diresmikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu. Sasaran program adalah membangun jamban bagi warga yang belum memilikinya, atau warga yang memiliki jamban namun tidak layak bagi kesehatan.

"Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat dan lingkungan yang sehat dan bersih. Jamban yang bersih cerminan lingkungan bersih dan sehat," kata dia.

Program Sejuta Jamban di Kundur, menurut dia, dilaksanakan sejak Selasa (28/7) dengan diawali dengan gotong royong membangun jamban warga di Kelurahan Tanjungbatu Barat, Kecamatan Kundur. Segenap prajurit TNI bersama masyarakat bergotong royong membangun sarana MCK kalangan warga di kelurahan tersebut.

"Pada umumnya jamban yang dibangun adalah rumah warga prasejahtera. Kemiskikan turut mempengaruhi kesehatan lingkungan rumahnya," ucapnya.

Program yang dilaksanakan TNI di seluruh Tanah Air itu, merupakan program kerja sama dengan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pelaksanaan program diawali dengan pendataan rumah warga yang belum memiliki jamban, selanjutnya survei ke lapangan untuk mengecek kebenaran data.

K Manurung berharap seluruh rumah yang punya jamban yang layak dan sehat. Namun demikian, jamban yang dibangun akan kembali kotor atau tidak sehat jika penghuni rumah tidak membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat.

"Hidup yang sehat akan melahirkan jiwa yang sehat, penyakit pun bisa dicegah dan hidup akan lebih sejahtera," kata Danramil K Manurung. (Antara)

Editor: Eddy Supriyatna Syafei



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026