
Dinas KP2KE Tanjungpinang Kembangbiakkan Sapi Potong

Upaya ini kami lakukan untuk mengurangi ketergantungan daging sapi dari Lampung, Jambi dan Bawean Jatim
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang melakukan pembibitan sapi potong untuk mengurangi ketergantungan komoditas daging sapi dari luar.
"Upaya ini kami lakukan untuk mengurangi ketergantungan daging sapi dari Lampung, Jambi dan Bawean Jatim," ujar Kasi Peternakan KP2KE Kota Tanjungpinang, Dwi Supanti, Rabu.
Pembibitan tersebut dianggapnya perlu, karena dari catatan 2014, kebutuhan sapi Tanjungpinang sekitar 988,81 kg atau setara dengan 6.449 ekor per tahun yang jumlah keseluruhannya dihitung berdasarkan jumlah penduduk, wisman, hari besar keagamaan, serta pekerjaan asing yang ada di Tanjungpinang.
Dengan perkiraan, pada 2015 kebutuhan sapi untuk Tanjungpinang bakal meningkat terutama H-7 jelang Idul Adha.
Pembibitan sapi yang berlokasi di Kampung Bugis tersebut, menurutnya masih tergolong baru, karena dirintis pada 2014 lalu. Sehingga dari 20 ekor sapi yang dikembangbiakan, hanya bertambah 3 ekor pada Agustus ini.
Menurut Dwi, kecilnya skala pembibitan tersebut dikarenakan faktor lahan yang tidak mendukung. Karena sebagai ibukota provinsi, Tanjungpinang memiliki wilayah yang sangat kecil.
Selain itu, pola fikir atau mindset masyarakat juga masih fokus pada potensi perairan. Maka dari itu, saat ini kondisi peternak Tanjungpinang lebih cenderung ke upaya penggemukan sapi dari pada pembibitannya.
Ia mengatakan, meskipun pembibitan sapi yang dilakukan KP2KE masih dalam skala kecil, namun program tersebut mengarah ke Bukit Manuk sebagai tempat pembinaan ternak untuk masyarakat.
Di samping itu, KP2KE Kota Tanjungpinang sudah memiliki 65 kk peternak binaan yang tersebar di lokasi yang memiliki potensi beternak, seperti Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang Kota dan Bukit Bestari.
Fokus pada pengembangan sektor peternakan, pihaknya mengajukan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Pusat dengan harapan di 2016 program pengembangan tersebut berlanjut. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Saud MC
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
