Logo Header Antaranews Kepri

Yonmarhanlan IV Tanam Terumbu Karang di Perairan Bintan

Senin, 17 Agustus 2015 20:37 WIB
Image Print
Rangkaian kegiatan yang merupakan bagian dari program Save Our Littoral Life (SOLL) tersebut merupakan upaya Korp Marinir membantu pelestarian kekayaan alam Nasional.

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Batalyon Marinir Pertahanan Keamanan (Yonmarhanlan) IV ikut bergerak mensukseskan program penanaman sejuta terumbu karang yang serentak dilakukan Korps Marinir secara nasional (15/8) kemarin.

"Dari 160 titik target penanaman terumbu karang, salah satunya di Provinsi Kepri yang saat ini kami lakukan di perairan Agro Km 36 Kabupaten Bintan," kata Danyonmarhanlan IV Mayor Marinir Isna Muksin Abdilla.

Rangkaian kegiatan yang merupakan bagian dari program Save Our Littoral Life (SOLL) tersebut merupakan upaya Korp Marinir membantu pelestarian kekayaan alam Nasional.

"Karena berdasarkan studi Coremap, sebanyak 39,76 persen kondisi terumbu karang Indonesia rusak berat dan 31,46 persen dalam kondisi rusak," ujarnya pada Antara.

Sementara itu, hanya 22,68 persen yang dikategorikan dalam kondisi bagus serta 6,1 persen terumbu karang dalam kondisi sangat bagus.

Penanaman terumbu karang yang berlangsung di perairan Pantai Trikora Bintan tersebut melibatkan hampir 600 personil dari Marinir, stakeholders, mahasiswa, siswa dan
masyarakat.

"Ini juga merupakan bagian dari pembinaan potensi maritim untuk memulihkan ekosistem di laut Provinsi Kepri," ucap Muhsin.

Menurutnya, penanaman terumbu karang di kedalaman 6-7 meter tersebut berarti menambah titik lokasi pelestarian terumbu karang yang dilakukan Yonmarhanlan IV di Kepri, yang sebelumnya sudah dilakukan di Agro 46, Agro 40 dan Pangkil untuk wilayah Kabupaten Bintan. Ditambah lagi Pulau Sore dan Penyengat untuk wilayah Kota Tanjungpinang.

Total penanaman terumbu karang yang diperkirakan seluas satu hektar tersebut akan terus dilakukan pemantauan, minimal per bulan.

Kegiatan TNI yang masuk dalam kategori Operasi Militer Selain Perang (OMSP) tersebut juga bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata di Kepri.

Muhsin mengimbau, agar masyarakat tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang dan dapat merusak terumbu karang.

"Kami juga mengharapkan masyarakat ikut membantu mengawasi setiap aksi pengrusakan atau penangkapan ikan menggunakan alat-alat yang dapat merusak ekosistem laut," paparnya.

Kedepan, Korps Marinir Yonmarhanlan IV rencanakan kerjasama dengan pemda untuk membudidayakan rumput laut dan mangrove.

"Karena kondisi mangrove di Kepri khususnya Tanjungpinang semakin menipis, maka dari itu, kedepan kita harapkan ada kerjasama antara Marinir dengan pemda untuk membudidayakan mangrove," tegas Muhsin. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026