Logo Header Antaranews Kepri

Jamaah Haji Diminta Antisipasi Cuaca Ekstrim Saudi

Jumat, 21 Agustus 2015 19:29 WIB
Image Print
Ini harus benar-benar diantisipasi, mengingat rata-rata diatas 50 persen jamaah haji dari Embarkasi Batam berusia diatas 50 tahun

Batam (Antara Kepri) - Panitia Haji dari Embarkasi Batam meminta agar seluruh jamaah mengantisipasi cuaca panas ekstrim hingga 48 derajat celcius yang berpotensi terjadi di Arab Saudi mengingat negara tersebut tengah mengalami puncak musim panas.

"Kalau pada tahun sebelumnya maksimal hanya 42 derajat celcius. Informasi terakhir dari petugas di sana perkiraan cuaca panas bisa mencapai 48 derajat celcius," kata Pantia Penyelenggara Embarkasi Batam dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam Agus Jamaludin di Batam, Jumat.

Cuaca tersebut, kata dia, jauh lebih panas dibandingkan rata-rata panas di tanah air yang hanya berkisar 32-33 derajat celcius.

Untuk mengantisipasi agar jamaah haji tetap sehat saat berada di tanah suci, ia mengimbau agar seluruh jamaah mengikuti petunjuk dari petugas pendamping.

Mengantisipasi suhu ekstim, selain membiasakan pola hidup bersih dan sehat, jamaah juga diminta menurangi aktivitas tidak penting khususnya diluar ruangan.

"Ketika keluar menggunakan masker dan dibasahi, menggunakan kacamata, bibir harus diolesi pelembab, minum satu gelas air putih setiap jam, membawa semprotan air dari tanah air, handuk kecil untuk dibasahi serta konsumsi buah-buahan," kata dia.

Jika cara tersebut diikuti, kata dia, maka seluruh jamaah tidak akan terlalu merasakan panas saat berada di Tanah Suci khususnya ketika di luar ruangan.

"Ini harus benar-benar diantisipasi, mengingat rata-rata diatas 50 persen jamaah haji dari Embarkasi Batam berusia diatas 50 tahun," kata Agus.

Embarkasi Batam akan mulai memberangkatkan jamaah haji kloter pertama pada 25 Agustus mendatang yang merupakan gabungan calon haji dari Privinsi Kepri.

Untuk calon jamaah dari Kabupaten Natuna dan Anambas akan tiba di Asrama Haji Batam pada 22 Agustus mengingat faktor transportasi dan cuaca yang sulit diprediksi. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026