
Dinkes: Kabut Asap Batam Kategori Luar Biasa

CO, Carbonmonoksida yang apabila berdekatan dengan oksigen akan mengikatnya. Jadi oksigen itu berkurang
Batam (Antara Kepri) - Dinas Kesehatan Kota Batam, Kepulauan Riau, menetapkan kabut asap yang melanda kota itu sudah masuk dalam kategori luar biasa karena semakin pekat dan menyebabkan sakit mata serta tenggorokan.
"Ini kami anggap kasus luar biasa," kata Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam Sri Rupiati di Batam, Senin.
Kabut asap dinilai sudah mengganggu aktivitas dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga, hingga Dinkes menetapkan luar biasa.
Ia memperkirakan Indeks Standar Pencemaran Udara mencapai 200, karena kabut yang menggelayut semakin tebal dan membuat jarak pandang memendek.
Dinkes mengimbau warga untuk menghindari aktivitas luar ruangan, demi menghindari paparan kabut asap.
Dinkes juga mengimbau warga untuk mengkonsumsi banyak air putih, minimal 3 liter dalam sehari, serta meminum susu demi menetralisir racun tubuh. "Kalau sakit, bawa ke pelayanan kesehatan," kata dia.
Ia menilai kabut asap relatif berbahaya bagi kesehatan manusia karena mengandung sejumlah zat kimia.
"CO, Carbonmonoksida yang apabila berdekatan dengan oksigen akan mengikatnya. Jadi oksigen itu berkurang," kata dia menjelaskan.
Padahal Darah itu memerlukan oksigen untuk membantu pematangan darah dan pengangkutan darah ke seluruh tubuh.
Debu asap juga menyebabkan batuk, karena udara tidak bersih. "Ada partikel-partikel yang masuk ke paru-paru," kata dia.
Dinas Kesehatan Kota Batam bekerjasama dengan aparat kepolisian membagikan 2.000 helai masker untuk membantu masyarakat menghindari paparan debu asap.
Sementara itu, sejumlah warga Batam mengeluhkan batuk serta sesak nafas akibat kabut asap.
"Yang saya rasakan hari ini adalah yang paling parah dibandingkan kemarin-kemarin. Jarak pandang berkurang sangat," kata warga.
Hal senada dirasakan warga Kecamatan Batuampar, Anita menderita perih pada matanya akibat kabut asap.
"Kabut tebal sekali, sulit untuk melihat, bahkan membuat mata perih, batuk juga," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
