Logo Header Antaranews Kepri

BPBD Batam Siap Evakuasi Warga Terpapar Asap

Kamis, 17 September 2015 03:18 WIB
Image Print
Antisipasi dilakukan berdasarkan kadar bahayanya. Kalau sampai seperti di Pekanbaru, itu bahaya

Batam (Antara Kepri) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam Kepulauan Riau bersiap mengevakuasi warga kota yang terpapar kabut asap bila kualitas udara terus memburuk dan mengganggu kesehatan masyarakat.

"Kalau sudah membahayakan, maka kami siap mengevakuasi," kata Kepala BPBD Kota Batam Asman di Batam, Rabu.

Ia memastikan BPBD sudah menyiapkan langkah-langkah strategis bila evakuasi dibutuhkan untuk menyelamatkan warga.

BPBD terutama akan mengevakuasi ibu hamil, anak-anak dan penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut, untuk tidak memperparah penyakitnya.

Pemerintah juga akan mengeluarkan dana bencana darurat bila kadar Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di atas 300, dengan status bahaya.

"Antisipasi dilakukan berdasarkan kadar bahayanya. Kalau sampai seperti di Pekanbaru, itu bahaya," kata dia.

Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo menyatakan hingga saat ini angka ISPU belum pernah mencapai 300 atau berbahaya.

"ISPU paling tinggi 202, atau sangat tidak sehat," kata dia.

Kadar ISPU 0-50 berarti baik, 51-100 berarti sedang, 101-199 tidak sehat, 200-299 sangat tidak sehat dan di atas 300 artinya berbahaya.

Bapedalda akan terus memantau kualitas udara tiap waktu sekaligus bersiaga bila angka ISPU terus naik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal memperkirakan 100 orang warga kota menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan selama sepekan terakhir.

Dinas Kesehatan terus menambah pasokan obat ISPA ke seluruh Puskesmas untuk mengobati warga yang terpapar kabut asap.

Ia memastikan pasokan obat ISPA cukup hingga musibah kabut asap berlalu nantinya.

"Karena kami memasok obat untuk 18 bulan, jadi Insya Allah cukup," kata dokter gigi itu.

Dan menurut Chandra, jumlah penderita ISPA terus berkurang seiring membaiknya kualitas udara di Batam.

"Karena ada hujan, kabut asap berkurang," kata dia.

Meski begitu Dinkes tetap mengimbau warga menghindari aktivitas luar ruangan, demi menghindari paparan asap. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026