Logo Header Antaranews Kepri

KRI Kujang Gagalkan Perompakan TB Bukit Prima

Rabu, 21 Oktober 2015 18:43 WIB
Image Print
Empat tersangka perampasan TB Bukit Prima-01 beserta barang bukti kami terima pelimpahannya untuk diproses hukum, sesuai dengan arahan Asops Guskamlabar

Karimun (Antara Kepri) - Kapal Republik Indonesia Kujang-642 di bawah komando Gugus Keamanan Laut Armada Barat menggagalkan perompakan dan perampasan terhadap Tugboat Bukit Prima-01 yang mengangkut solar.

Upaya perompakan itu terjadi di perairan Tanjung Dato, sekitar Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, Selasa.

"Empat tersangka perampasan TB Bukit Prima-01 beserta barang bukti kami terima pelimpahannya untuk diproses hukum, sesuai dengan arahan Asops Guskamlabar," kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun Letnan Kolonel (P) Hariyo Poernomo di Makolanal Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau..

Letkol Hariyo Poernomo menjelaskan keempat tersangka rata-rata masih berusia muda antara lain, Md (19 tahun), Al (18), Dm (35) dan St (17). Sedangkan barang bukti yang diamankan satu boat pancung yang digunakan keempat tersangka untuk merapat ke lambung TB Bukit Prima-01. Petugas patroli KRI Kujang juga mengamankan delapan jeriken kosong dan dua keranjang ikan dari atas boat pancung tersebut.

Dijelaskannya, kronologis penangkapan terhadap empat tersangka tersebut berawal dari komunikasi melalui radio, antara KRI Kujang dengan TB CBS-1002 ketika berpatroli di sekitar perairan Tanjung Dato Tembilahan, sekitar pukul 09.30 WIB.

TB CBS-1002 yang kala itu berada pada posisi 00 derajat 07' 0" S dan 53 derajat 00' 00" T dengan posisi haluan 171 tujuan Jambi, menginformasikan kepada KRI Kujang-642 tentang tiga boat pancung yang merapat ke TB Bukit Prima-01.

Informasi tersebut ditindaklanjuti KRI Kujang-642 dengan mendekat ke TB Bukit Prima-01 yang berlayar dalam jarak 2,5 nautical mile (Nm) di belakang TB CBS-1002. Dua dari tiga boat pancung tersebut melarikan diri ketika dicegat KRI Kujang-642, dan satu boat pancung dengan empat orang di atasnya diamankan.

"Dua boat pancung melarikan menuju sungai sehingga sulit untuk dikejar," kata dia.

Danlanal menuturkan, penangkapan terhadap empat tersangka merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab TNI AL untuk mengamankan perairan Indonesia dari tindak kejahatan perompakan, perampasan kapal-kapal yang berlayar, termasuk di perairan perbatasan Karimun dengan Malaysia dan Singapura, mulai dari Selat Singapura hingga Selat Malaka.

"Kami tidak akan segan-segan menembak pelaku kejahatan di laut. Tidak pandang bulu demi terciptanya kondisi perairan yang aman," kata dia.

Dia juga mengimbau warga masyarakat, seperti nelayan atau pelaku pelayaran untuk berperan memantau perairan serta melapor kepada aparat keamanan laut jika mengetahui atau melihat aksi perompakan kapal-kapal yang berlayar.

"Perlu diwaspadai boat pancung yang mencurigakan, misalnya tidak mencantumkan nomor register atau tidak punya warna. Kami akan tindak pelaku kejahatan di laut demi nama baik negara di mata internasional," kata Letkol Hariyo Poernomo. (Antara)

Editor: Nusarina Yuliastuti



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026