Logo Header Antaranews Kepri

Harga Beras Domestik di Tanjungpinang Stabil

Jumat, 23 Oktober 2015 13:53 WIB
Image Print
Kami cek ke distributor, harga beras lokal belum naik, jika pun naik hanya Rp1.000 per karungnya

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Isu kenaikan harga beras dari beberapa daerah di Provinsi Kepri stabil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

"Kami cek ke distributor, harga beras lokal belum naik, jika pun naik hanya Rp1.000 per karungnya," kata Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Disperindag Ekraf dan PM) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto.

Berdasarkan monitoring yang dilakukan pada Kamis (22/10), beras lokal merk SC masih Rp8.000 /Kg, Merak masih Rp11.500 /Kg, Gajah Merah masih Rp11.500 /Kg, Kalajengking masih Rp13.000 /Kg, dan Padang Raya 12.000 /Kg.

Menurut Teguh, kemungkinan yang naik adalah harga beras impor yang tidak memiliki legalitas. Perihal tersebut menimbulkan pertanyaan tentang keberadaan beras impor di Tanjungpinang, sementara sampai saat ini importir beras dan gula tidak ada di Provinsi Kepri.

Andaikata beras tersebut langka dan membuat harga komoditas itu naik, tentunya dinas sendiri tidak bisa ikut campur tangan dalam kondisi tersebut, kata dia.

"Karena ada institusi lain yang lebih berwenang terhadap perihal tersebut," tegasnya.

Hal ini menandakan, naiknya harga beras impor saat ini dikarenakan ketatnya pengawasan. Sehingga, secara otomatis persediaan beras ataupun gula impor menipis.

"Naik atau tidak harga beras impor, ya 'monggo' saja. Lagipula, barang tersebut ilegal dan mengapa barang itu bisa masuk padahal tidak ada sumbangsihnya bagi negara," ucapnya.

Meskipun beras impor naik, akan tetapi tidak berdampak signifikan pada persediaan beras lokal. Karena persediaan beras domestik dalam kapasitas besar.

"Justru pada distributor berharap, kalau memang pemerintah mau melarang beras impor, maka dilarang sekalian, jangan kayak sekarang ini. Dengan demikian, para distributor beras lokal, bisa mengontrol harga beras," ucap Teguh.

Sementara, dengan beredarnya beras impor, jika pedagang beras lokal mau turunkan harga berasnya tentu terhitung rugi. Karena beras impor tak bayar pajak yang membuat harga beras impor jauh lebih murah dari beras domestik.

Selain itu, perihal naiknya harga beras dibeberapa daerah di Kepri, dikarena pihak Pemprov Kepri lebih dulu menyatakan bahwa persediaan beras di Kepri langka.

"Kami cukup kaget ketika provinsi mengeluarkan statement beras langka, tinggal sebulanlah, tinggal seminggulah. Karena kami khawatiran akan berdampak pada masyarakat Kota Tanjungpinang," ucapnya.

Teguh mengakui, statemen tersebut bisa dimanfaatkan oleh pedagang untuk menaikkan harga beras. Maka dari itu, Pemkot Tanjungpinang melalui Disperindag Ekraf dan PM melakukan monitoring, dengan hasil persediaan beras di Tanjungpinang mencukupi dan tidak berpengaruh terhadap statement pihak provinsi.

Bahkan, sebelum isu tersebut ada, Pemko Tanjungpinang telah melakukan rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Infasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang yang diketuai Sekda Kota Tanjungpinang Riono dan mengundang seluruh distributor yang ada.

"Hasilnya, tidak ada gangguan terhadap persediaan beras di Tanjungpinang, yang berarti persediaan beras di Tanjungpinang mencukupi," ucapnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026