Logo Header Antaranews Kepri

Kader PDIP Kepri Diperingatkan Tidak Kampanye Hitam

Minggu, 25 Oktober 2015 22:11 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Seluruh kader dan simpatisan PDIP Provinsi Kepulauan Riau diperingatkan untuk tidak melakukan kampanye hitam menjelang pilkada serentak di wilayah itu pada 9 Desember 2015.
Sekretaris PDIP Kepri Lis Darmansyah, di Tanjungpinang, Minggu, mengimbau kader dan simpatisan PDIP tidak terprovokasi dengan kampanye negatif dan kampanye hitam yang dilakukan kelompok tertentu.
"Jangan melakukan kegiatan politik yang justru dapat merugikan diri sendiri, PDIP dan masyarakat. Kader dan simpatisan PDIP harus memenangkan pilkada dengan cara-cara terhormat," ujarnya yang juga Wali Kota Tanjungpinang.
Lis juga mengingatkan kader dan simpatisan harus siap memenangkan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo-Ansar Ahmad. Kesiapan kader dan simpatisan harus dimulai dengan niat yang baik, dan dibuktikan dengan kegiatan politik yang dilakukan hingga hari pemungutan suara.
Kader dan simpatisan harus mampu mendorong pemilih menyosialisasikan visi dan misi Soerya-Ansar. Pasangan yang diusung PDIP, PKS, Partai Hanura ini dinilai mampu membangun Kepri menjadi lebih baik.
Sosialisasi itu bertujuan agar pemilih menggunakan hak suaranya pada 9 Desember 2015, dan mencoblos pasangan dengan nomor urut 2.
"Sebagai kader dan simpatisan PDIP, saya minta pergerakan politik dimulai dengan niat yang iklas, bukan karena materi," ucapnya.
Lis juga mengingatkan kader dan simpatisan PDIP tidak mengharapkan kesejahteraan pribadi dari pasangan calon. Soerya-Ansar tidak mungkin dapat mensejahterakan setiap pribadi pendukungnya.
"Termasuk saya, tidak mungkin dapat memberi perhatian penuh terhadap setiap masyarakat Tanjungpinang yang jumlahnya mencapai 200 ribu orang. Mustahil saya mampu mensejahterakan mereka satu per satu," tuturnya.
Namun, kata dia pemerintah memiliki strategi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, yang dikemas dalam program pembangunan yang dilaksanakan setiap tahun. Program ini yang harus diawasi agar tepat sasaran.
"Program untuk mensejahterakan masyarakat itu tidak cukup dilaksanakan dalam 5 tahun, melainkan butuh waktu cukup lama," katanya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026