Logo Header Antaranews Kepri

Pelindo Karimun Terapkan Pas Pelabuhan Berkode Batang

Sabtu, 14 November 2015 19:49 WIB
Image Print
Sistem 'barcode' diterapkan untuk memperkecil kebocoran penjualan pas pelabuhan kepada para penumpang

Karimun (Antara Kepri) - PT Pelindo I (Persero) Cabang Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menerapkan pas pelabuhan bersistem kode batang atau palang (barcode) bagi para penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun.

"Sistem 'barcode' diterapkan untuk memperkecil kebocoran penjualan pas pelabuhan kepada para penumpang," kata General Manager PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun Syamsul Bakhri Kautjil di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Pas pelabuhan dengan "barcode" mulai diterapkan sejak Jumat (13/11) menggantikan pas pelabuhan biasa yang disobek petugas dari para penumpang.

Syamsul menjelaskan, barcode yang terdapat pada pas pelabuhan tersebut berfungsi untuk membuka pintu otomat atau "automatic gate" bagi para penumpang yang ingin turun ke ponton dan selanjutnya menaiki kapal sesuai tujuan keberangkatan.

Petugas, lanjut dia, cukup memandu penumpang agar mengarahkan "barcode" pada pemindai optik yang berfungsi membaca kode batang yang secara otomatis membuka "automatic gate" dalam hitungan waktu tertentu.

Pas pelabuhan sistem "barcode" berupa secarik kertas putih mirip pas bandara, dijual kepada para penumpang dengan harga Rp6.000 untuk sekali jalan, naik dibandingkan masih menggunakan pas pelabuhan biasa Rp2.500 untuk sekali jalan.

Perolehan dari tarif pas pelabuhan sebesar Rp6.000 tersebut, menurut dia, tidak sepenuhnya menjadi milik PT Pelindo I, tetapi dibagi tiga, Rp3.000 untuk PT Pelindo I, Rp2.000 untuk Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik Pemda, dan Rp1.000 untuk koperasi pelabuhan.

"Hitungan bisnis, tarif Rp6.000 itu belum untung. Tapi sistem barcode dapat meminimalisir operasional pelabuhan. Pelabuhan Karimun termasuk urutan ke-6 dengan lalu lintas penumpang yang cukup tinggi, dan kami terbuka menerima masukan dari masyarakat," ucapnya.

Berdasarkan pantauan, para penumpang yang terbiasa menyodorkan pas untuk disobek petugas, kebingungan ketika pas barcode mulai diberlakukan.

Kebanyakan penumpang bingung saat petugas mengarahkan agar mereka segera melewati "automatic gate" yang terbuka otomatis setelah barcode dipindai dan terbaca pemindai optik yang menggunakan sistem elektronik tersebut.

"Saya bingung. Baru saja palangnya terbuka, tiba-tiba tertutup lagi. Sementara saya belum sempat melewatinya," ucap seorang penumpang feri tujuan Batam, Hamid.

Hamid mengaku kaget namun mengapresiasi penerapan pas pelabuhan barcode tersebut, penumpang menjadi lebih tertib dan tidak berdesakan untuk menyodorkan pas pelabuhan untuk disobek petugas.

"Ada perkembangan, mudah-mudahan pelayanan di pelabuhan ini terus meningkat," kata dia.

Seorang petugas pelabuhan Yani mengatakan, "automatic gate" akan tertutup kembali dalam hitungan waktu tertentu, dan akan kembali terbuka kalau seorang penumpang membeli pas pelabuhan baru dan memindai barcode yang tertera dalam pas tersebut.

"Penumpang masih kaget dan bingung. Kami terus ingatkan agar cepat-cepat melewati palang yang terbuka, sebelum tertutup kembali," kata Yani.

"Barcode" atau kode batang/palang, menurut Wikipedia, adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Kode batang tersebut mengumpulkan data dalam lebar (garis) dan spasi garis paralel yang dapat dibaca pemindai optik. Penggunaan awal kode batang adalah untuk mengotomatiskan sistem pemeriksaan di swalayan. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026