Logo Header Antaranews Kepri

600 Polisi Jaga Pleno Pilkada Batam

Rabu, 16 Desember 2015 10:11 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Polda Kepri dan Polresta Barelang menyiapkan 600 personel untuk mengamankan sidang pleno KPU Batam dalam menetapkan hasil rekapitulasi pilkada kota tersebut yang akan dilaksanakan 17 Desember 2015.

"Dari Polresta Barelang 400 personil dan dari Polda Kepri ada 200 personel diperbantukan untuk pengamanan kegiatan itu," kata Kepala Operasi Daerah (Kaopsda) Mantap Praja Seligi 2015 Polda Kepri, Kombes Anang Sumpena di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, bantuan anggota pengamanan dari Polda Kepri terdiri dari Satuan Brimob, Pengurai Massa Sabhara, Penjinak Bom, Anjing Pelacak, dan unsur Polisi Lalulintas Polda Kepri.

"Dengan jumlah tersebut diharapkan jalannya rapat pleno penetapan berlangsung lancar dan aman. Kami juga mengantisipasi banyaknya massa yang ingin menyaksikan langsung kegiatan tersebut," kata dia.

Anang mengatakan, meskipun sudah menentukan jumlah anggota yang akan diturunkan namun lokasi rapat pleno oleh KPU Batam hingga saat ini belum ditentukan.

"KPU Batam menyampaikan kalau kantornya kurang luas untuk mengadakan pleno itu. Mereka menginginkan ada lokasi lain yang lebih besar, namun masih dibicarakan. Kami masih menunggu keputusannya," kata Anang.

Pilkada Kota Batam pada 9 Desember 2015 diikuti dua pasang calon yaitu Rudi-Amsakar Ahmad (nomor urut satu) dan Ria Saptarika-Sulistyana (nomor urut dua).

Dalam hitung cepat oleh tim sukses masing-masing pasangan dan lembaga independen, pasangan nomot urut satu unggul atas nomor urut dua dengan selisih sekitar 10 persen.

Sebelumnya Kapolda Kepri, Brigjen Pol Arman Depari menyatakan secara umum Pilkada Kepri khususnya Kota Batam dengan pemilih terbesar berlangsung aman sesuai dengan harapan.

Tidak ada konflik yang terjadi meskipun pada hari pemungutan terdapat dugaan politik uang oleh oknum tim sukses. Dua TPS di Batam juga melakukan pemungutan ulang setelah diketahui pada pemungutan pertama terjadi keteledoran oleh KPPS karena sejumlah orang yang tidak terdaftar bisa memilih.(antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026