Logo Header Antaranews Kepri

DKP Kepri: Perairan Tanjungpinang Belum Dimanfaatkan Maksimal

Senin, 25 Januari 2016 22:50 WIB
Image Print
Kondisi saat ini memang semrawut, belum tertata dengan baik, belum pula membuahkan hasil yang maksimal untuk pendapatan daerah

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan ruang laut di Kota Tanjungpinang belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal dapat menambah pendapatan daerah.

Kepala Bidang Sumber Daya Kelautan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau (DKP) Ediwan, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan perairan di Tanjungpinang tidak tertata dengan baik, salah satunya disebabkan rancangan tata ruang perairan belum disetujui DPRD Kepri.

"Kondisi saat ini memang semrawut, belum tertata dengan baik, belum pula membuahkan hasil yang maksimal untuk pendapatan daerah," katanya.

Dia menjelaskan untuk menata perairan di Tanjungpinang sebaiknya dibangun banyak pelabuhan resmi. Pelabuhan itu sebagai tempat parkir kapal, dan bongkar muat barang.

Saat ini, banyak kapal-kapal yang berukuran cukup besar parkir di tengah laut. Kondisi ini dapat dilihat di perairan antara Pelantar II dengan Kampung Bugis.

Kapal yang parkir di tengah laut dapat menghambat lalu lintas perairan. Selain itu, kapal tersebut juga tidak menghasilkan pendapatan bagi daerah.

Bongkar muat barang di tengah laut juga harus dihentikan. Bongkar muat barang harus dalam pengawasan petugas dari institusi yang berwenang di pelabuhan resmi.

Kebijakan itu harus dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tanjungpinang harus memiliki banyak pelabuhan yang dikelola badan usaha milik pemerintah. Pelabuhan itu penting untuk meningkatkan usaha masyarakat, pengawasan, dan pendapatan daerah," ujarnya.

Ediwan mengatakan pelabuhan dapat dikelola oleh Pelindo. Namun selama ini Pelindo juga tidak maksimal dalam melayani kebutuhan masyarakat.

"BUMD Tanjungpinang diharapkan dapat mengelola pelabuhan tersebut. Ini peluang usaha bagi pemerintah yang menguntungkan bagi daerah," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026