
Kanker Tidak Menular Tapi Ancam Kesehatan
Sabtu, 6 Februari 2016 08:03 WIB

Kanker yang dominan mengancam perempuan adalah kanker payudara dan servik. Sedangkan pria, lebih didominasi kanker paru-paru, serta jenis kanker lainnya seperti kanker pencernaan dan prostat.
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam mengakui bahwa kanker adalah penyakit tidak menular yang masih menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat.
"Sebenarnya, kita menghadapi beban ganda tentang situasi kesehatan. Pertama tentang penyakit menular, seperti DBD, HIV, dan TBC. Ke dua adalah penyakit tidak menular seperti kanker yang sudah cukup banyak mengancam," kata Kadis Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, Sabtu.
Menurut Rustam, kanker yang dominan mengancam perempuan adalah kanker payudara dan servik. Sedangkan pria, lebih didominasi kanker paru-paru, serta jenis kanker lainnya seperti kanker pencernaan dan prostat.
Untuk perempuan, upaya pengendalian kanker itu sendiri disampaikan Rustam dengan menggalakkan kelas ibu hamil sekaligus deteksi dini kanker di Puskemas.
"Seperti pemeriksaan Infeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk wanita usia subur yang sudah menikah. Berupa deteksi kanker servik dengan cara sederhana yaitu penetesan asam astat," imbuhnya.
Pemko Tanjungpinang melalui dinas terkait berharap, seluruh wanita usia subur yang sudah menikah, dari usia 30-50 tahun dapat memanfaatkan tersebut secara gratis di puskesmas.
"Artinya, tak perlu menunggu ada gejala sakit, paling kurang 2 tahun sekali pendeteksian kanker bisa dilakukan. Karena, dari pra kanker menjadi kanker perlu waktu 3-15 tahun," paparnya.
Kemudian, bagi mereka yang memiliki uang lebih, pendektesian kanker servik dapat dilakukan dengan pap smear.
Untuk kanker payudara, Dinkes Kota Tanjungpinang juga memiliki program Periksa Payudara Sendiri (Sadari). Dengan harapan, kemungkinan adanya kanker payudara berupa benjolan dan sebagainya dapat segera dideteksi sendiri secara dini.
Menurutnya, jumlah kasus kanker di Kota Tanjungpinang yang di RSUD Kota Tanjungpinang sebanyak 43 kasus pada 2015 lalu, yang didominasi kanker payudara sebanyak 15 kasus.
"Kami juga mengajarkan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang potensi pemicu kankernya kecil. Kalau bisa menghindari makanan cepat saji, atau makanan yang terkontaminasi dengan bahan kimia, bahan pengawet, dan pewarna," paparnya.
Memperingati hari kanker se-dunia pada 4 Februari 2016, Rustam menyarankan, agar masyarakat secara berkala melakukan cek kesehatan secara berkala, terutama memeriksa tensi, gula, dan melakukan IVA.
"Termasuk enyahkan asap rokok dan alkohol sebagai salah satu faktor pemicu resiko kanker serta melindungi perempuan non perokok, rutin melakukan aktifitas fisik, diet yang baik dan konsumsi makanan seimbang, seperti sayur, buah serta serat," tutur Rustam.
Di sisi lain, ia menyarakan agar mengurangi konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL), istirahat yang cukup, serta mengendalikan stres. Karena stres termasuk pemicu kanker.
"Banyak orang menderita kanker ringan berubah menjadi kanker berat, karena stres," tegasnya.(Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta : Saud MC
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
