Logo Header Antaranews Kepri

Banyak Warga Batam Tolak Diberi Vaksin Polio

Jumat, 25 Maret 2016 16:36 WIB
Image Print
Mereka menutup pintu rumah saat petugas datang ke rumah. Ada juga petugas yang diusir

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Warga Batam banyak yang menolak petugas Pekan Imunisasi Nasional Polio yang datang ke rumah mereka untuk memberikan balita vaksin polio, kata Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana.

"Mereka menutup pintu rumah saat petugas datang ke rumah. Ada juga petugas yang diusir," katanya di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Selain itu, kata dia beberapa perumahan dikawal oleh satpam yang diarahkan untuk menolak petugas PIN Polio 2016.

Kondisi itu mendorong Dinas Kesehatan untuk melibatkan pihak kepolisian agar petugas mendapat akses untuk menjelaskan PIN Polio kepada keluarga yang memiliki balita.

Meski sudah melibatkan pihak kepolisian, sejumlah warga di Batam masih menutup pintu rumahnya sehingga petugas tidak dapat memberi vaksin polio kepada balita.

"Saya rasakan sendiri saat ingin menjelaskan kepada warga di salah satu perumahan di Batam. Banyak rumah yang sengaja ditutup," ujarnya.

Tjetjep mengatakan kondisi di Batam cukup unik dan pelik dalam pelaksanaan PIN Polio 2016. Batam yang dikenal kota paling maju, banyak orang-orang berpendidikan, tetapi persentase balita yang berhasil diberi vaksin polio terendah di Kepri.

Dinas Kesehatan Kepri menargetkan sebanyak 213 ribu balita di wilayah itu diberi vaksin polio. Di kabupaten dan kota lainnya, selain di Batam, target balita yang mendapat tetes polio tercapai.

Bahkan di Karimun mencapai 115 pesen.

"Batam menjadi penyebab target imunisasi polio tidak tercapai, karena 56 persen balita di Kepri tinggal di Batam. Balita yang berhasil diberi vaksin polio hanya 86 persen," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026