
BI Gelar Gerakan Peduli Koin Rupiah

Uang logam cenderung tidak dimanfaatkan masyarakat sebagai alat pembayaran. Banyak disimpan dan tidak dipakai-pakai lagi. Kalau uang logam tidak ada, transaksi tidak akan berjalan baik
Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau mengajak masyarakat menukarkan koin dan uang dalam kondisi tidak baik, pada Gerakan Peduli Koin Rupiah dan Penukaran Uang Lusuh.
Kepala BI Kepri, Gusti Raisal Eka Putra di Batam, Kamis, menilai selama ini masyarakat cenderung tidak memanfaatkan uang logam untuk bertransaksi, seakan uang itu seakan tidak bernilai.
Padahal setiap rupiah memiliki harga dan banyak pihak yang membutuhkan koin sehingga BI mengajak masyarakat untuk menukarkannya ke BI agar uang logam bisa produktif dan bermanfaat.
"Uang logam cenderung tidak dimanfaatkan masyarakat sebagai alat pembayaran. Banyak disimpan dan tidak dipakai-pakai lagi. Kalau uang logam tidak ada, transaksi tidak akan berjalan baik. Contoh belanja harga Rp 12.900, kalau tidak ada uang Rp 100 tiba-tiba ditukar permen, itu berarti harga naik jadi Rp13 ribu," jelasnya.
Gerakan itu akan dilaksanakan dalam Hari Tanpa Kendaraan di Jalan Imam Bonjol Batam, Minggu (15/5). BI menyiapkan gerai penukaran uang.
Selain koin, dalam BI juga menerima penukaran uang dalam kondisi tidak baik.
Menurut dia, uang kertas lusuh masih banyak beredar di masyarakat, dan itu menunjukkan ketidakpedulian masyarakat.
"Pada acara Car Free Day nanti, masyarakat bisa membawa uang logam atau koin dan uang kertas lusuh untuk ditukarkan dengan uang kertas baru," kata dia.
BI menyiapkan cindera mata kepada masyarakat yang menukarkan koin.
Selain itu, bagi masyarakat yang menukarkan koin dengan jumlah minimal Rp100 ribu akan mendapatkan kupon undian yang diundi untuk meraih hadiah istimewa.
"Ini untuk merangsang masyarakat tukarkan uang logam dan uang tak layak edarnya ke BI. Mari kami ajak masyarakat Batam untuk datang. Kita bikin uang itu bernilai," kata dia.
Gusti menjelaskan kegiatan itu merupakan implementasi tugas BI, dalam memastikan uang yang beredar dalam kondisi layak.
"Kami memiliki misi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan uang, atau kebutuhan masyarakat bisa tercukupi. Baik dalam jumlah yang cukup, jenis recehan yang sesuai, tepat waktu, dan layak edar," kata Gusti Raizal. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
