Logo Header Antaranews Kepri

FPK Diharapkan Lebih Berperan Jaga Kerukunan Masyarakat

Rabu, 3 Agustus 2016 20:42 WIB
Image Print
Lebih luas lagi, peranan FPK harus tampak nyata di Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah perbatasan yang rawan pengaruh negatif dari luar

Karimun (Antara Kepri) - Laskar Melayu Bersatu mengharapkan agar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) meningkatkan perannya dalam menjaga kerukunan masyarakat di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

"FPK adalah forum berhimpun dan berkomunikasi semua komponen masyarakat yang berbilang suku, agama, ras dan golongan. Jadi sudah sewajarnya lebih berperan dalam mempertahankan kerukunan di tengah-tengah masyarakat yang telah terjalin selama ini," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Laskar Melayu Bersatu (LMB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Datuk Panglima Azman Zainal di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Azman Zainal mengatakan, FPK diharapkan tidak hanya mampu menjaga kerukunan dan keharmonisan seluruh komponen masyarakat, tetapi juga mampu menangkal dan mencegah secara dini hal-hal yang dapat memicu konflik atau benturan yang bernuansa SARA.

"Lebih luas lagi, peranan FPK harus tampak nyata di Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah perbatasan yang rawan pengaruh negatif dari luar," ucapnya.

Dia menyambut baik pertemuan dan silaturrahmi yang digagas aparat kepolisian yang dihadiri pengurus FPK, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama di Kecamatan Karimun (2/8) sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi konflik pascakerusuhan di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara.

Meski pertemuan tersebut dia nilai agak terlambat, namun silaturrahmi tersebut setidaknya merupakan wahana untuk mengevaluasi kondisi kemasyarakatan di Kabupaten Karimun.

"Seharusnya, pertemuan itu tidak hanya dihadiri pejabat kepolisian setingkat Kapolsek, tetapi juga dihadiri Kapolres karena masalah ini bukan masalah kecil, tetapi masalah yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara," ucapnya.

Aparat kepolisian, lanjut Azman, dia harapkan juga cepat dan tanggap melakukan langkah-langkah antisipasi ketika konflik terjadi di suatu daerah, sehingga tidak meluas di Karimun.

"Polisi kami harapkan meningkatkan fungsi intelijen untuk mencegah dan menangkal potensi gangguan keamanan yang bernuansa SARA. Begitu juga dengan FPK agar berperan sebagai 'mata dan telinga' aparat penegak hukum maupun pemerintah di tengah masyarakat," katanya.

Sebagai pimpinan ormas Melayu, Azman yang berdomisili di Karimun meyakini seluruh komponen masyarakat yang terdiri atas puluhan suku, agama dan golongan tidak mudah terpancing apalagi terprovokasi dengan isu yang bersifat merusak keharmonisan yang telah terbina sejak lama.

"Perlu kami ingatkan, aparat kepolisian jangan hanya terfokus di Pulau Karimun Besar, tetapi juga memantau situasi kamtibmas di pulau-pulau lain agar Karimun tetap damai, rukun dan harmonis," ucapnya. (Antara)

Editor: F.C Kuen



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026