
Retribusi IMTA Karimun Capai Rp3,8 Miliar

Besar retribusi yang dibayar untuk satu TKA, untuk waktu satu tahun adalah 100 dolar Amerika, dan untuk satu kali perpanjangan izin bekerja
Karimun (Antara Kepri) - Pendapatan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, dari retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) selama semester pertama 2016 mencapai Rp3,8 miliar.
"Pendapatan dari retribusi IMTA sebanyak itu melampaui pencapaian 2015 sebesar Rp3,7 miliar," kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja Karimun Azmizar Firtati di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Ia mengatakan angka sebesar itu juga telah melebihi 50 persen dari target retribusi IMTA 2016 yang Rp5 miliar.
Dia menjelaskan retribusi IMTA mulai diberlakukan setelah disahkan Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang IMTA oleh DPRD Karimun.
Berdasarkan data, kata dia, jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Kawasan Perdagangan Bebas sekitar 1.153 orang, dan sebagian besar bekerja pada industri galangan kapal.
Perusahaan fabrikasi anjungan minyak lepas pantai asal Italia, PT Saipem Indonesia Karimun Branch, merupakan perusahaan terbanyak yang mempekerjakan tenaga asing, sekitar 70 persen dari jumlah TKA yang tercatat dalam "database".
Dia menjelaskan pungutan retribusi terbagi dua, pertama saat seorang TKA hendak bekerja dengan jangka waktu satu tahun, kedua untuk TKA yang memperpanjang masa kerja untuk satu tahun di satu lokasi dan satu perusahaan.
"Besar retribusi yang dibayar untuk satu TKA, untuk waktu satu tahun adalah 100 dolar Amerika, dan untuk satu kali perpanjangan izin bekerja," ujarnya.
Dana retribusi, kata dia, disetor langsung ke rekening khusus di bank, dan dimasukkan dalam sistem pencatatan di Dinas Pendapatan Daerah, selanjutnya baru ditindaklanjuti Disnaker dengan menerbitkan izin bekerja bagi TKA.
Peningkatan dana retribusi IMTA, kata dia, diperkirakan adanya beberapa pekerjaan besar pada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu, salah satunya PT Saipem.
"Realisasi retribusi IMTA selama satu semester menjadi indikator bahwa target Rp5 miliar tahun ini dapat terwujud. Beberapa perusahaan banyak merekrut tenaga kerja asing, dan saat ini jumlah tenaga kerja secara keseluruhan, khusus galangan kapal, mencapai 9.000 orang," ujarnya. (Antara)
Editor: M.H. Atmoko
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
