
Kenaikan tarif parkir Tahun 2026 di Tanjungpinang mulai disosialisasikan.

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyosialisasikan rencana kenaikan tarif parkir kendaraan bermotor roda dua dan empat pada tahun 2026 guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi perparkiran.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan tarif parkir direncanakan naik sebesar Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 untuk kendaraan roda empat.
"Dengan demikian, tarif parkir kendaraan roda dua naik jadi Rp2.000, dan roda empat naik jadi Rp4.000," kata Lis dihubungi di Kota Tanjungpinang, Sabtu.
Baca juga: Polda Kepri mengusut dugaan TPPO libatkan 7 PMI dipulangkan dari Malaysia
Lis menyebutkan, pihaknya tengah melakukan survei rencana kenaikan tarif parkir kendaraan, termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum kebijakan tersebut diberlakukan tahun depan.
Selain itu, kata Lis, ke depan pembayaran tarif parkir kendaraan di Tanjungpinang akan menggunakan sistem digital melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).
Penggunaan QRIS itu akan dimulai dari seluruh ASN pemkot yang diharapkan dapat mempermudah pembayaran sekaligus mencegah kebocoran pendapatan retribusi parkir.
Menurut Lis, berdasarkan survei Inspektorat Pemkot Tanjungpinang, potensi pendapatan retribusi parkir per tahun mencapai Rp6 miliar. Sedangkan survei BPS, sebesar Rp8 miliar per tahun.
Baca juga: Pakem Natuna cegah konflik aliran kepercayaan lewat mediasi
"Tapi faktanya, kita cari PAD Rp2 miliar dari retribusi parkir saja susah, karena diduga ada yang salah atau kebocoran pendapatan," ucap Lis.
Wali Kota turut mengingatkan pemilik kendaraan mengambil karcis saat membayar kepada petugas parkir, karena itu bukti sah pembayaran parkir sekaligus bagian dari pendapatan daerah.
Ia segera memanggil seluruh petugas parkir guna menyosialisasikan rencana kenaikan tarif parkir serta penggunaan QRIS.
"Kita akan benahi sistem perparkiran di Tanjungpinang supaya berdampak pada kenyamanan masyarakat dan mengoptimalkan PAD," demikian Lis.
Baca juga: Polda Kepri catat penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Zebra 2025
Pewarta : Ogen
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
