
Walikota Tanjungpinang: Narkolema Ancam Generasi Muda

Yang lebih miris, hampir 96 persen pengaksesnya anak-anak dibawah usia 17 tahun.
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyatakan narkoba lewat mata atau yang dikenal dengan istilah narkolema mengancam generasi muda, karena itu seluruh elemen masyarakat harus mengantisipasinya.
"Narkolema istilah dari pornografi yang biasanya diakses lewat mata, yang memiliki daya rusak sebagaimana penggunaan narkoba," katanya saat membuka seminar bertema "Bahaya Narkoba Lewat Mata (Narkolema) Pada Anak Kepri, di aula Kantor Perpustakaan dan Arsip Tanjungpinang, Sabtu.
Ia mengemukakan, permasalahan pornografi harus dapat diatasi bersama untuk menyelamatkan generasi muda.
Berdasarkan survei yang dilakukan berbagai lembaga, Indonesia berada di posisi tujuh di dunia pengakses film pornografi.
"Yang lebih miris, hampir 96 persen pengaksesnya anak-anak dibawah usia 17 tahun," ucap dia.
Di seminar yang diselenggarakan GEMA Minang Kota Tanjungpinang itu, Lis menjelaskan narkolema berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi.
Akses internet di ponsel, salah satu akses untuk melihat gambar atau video porno.
Pengawasan yang lemah, serta akses yang terbuka memberi dampak negatif pada pertumbuhan anak yang suka menyaksikan gambar atau film porno.
"Pornografi yang diakses di internet dapat mengubah perilaku anak," ujarnya.
Lis mengemukakan anak-anak yang menyaksikan film porno berpotensi melakukan pergaulan bebas.
Para orang tua memiliki peranan untuk mencegahnya, dimulai dengan memberi pemahaman, meningkatkan pengawasan dan memperkuat ilmu agama.
"Pendidikan pornografi masih dianggap tabu oleh kalangan masyarakat, padahal pendidikan ini akan memberikan pemahaman dan pengertian bagi anak-anak akan bahaya dari pergaulan bebas," katanya.
Sementara itu, Ketua Gema Minang Kota Tanjungpinang Doni Arsal mengatakan fenomena pornografi yang mewabah saat ini menjadi perhatian pengurus organisasi yang dipimpinnya.
"Dari seminar ini diharapkan seluruh elemen masyarakat mewaspadai bahaya narkolema," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
